Manajemen Keuangan


Setiap individu pasti memiliki manajemen dalam menjalankan aktivitas hidupnya. Dengan adanya manajemen, maka di harapkan semua aktivitas dapat di lakaukan dengan sistematis atau berurutan, maksimal sehingga medapatkan hasil yang baik. Apa bila seorang individu saja membutuhkan adanya manajemen untuk mengatur hidupnya, pastinya sebuah organisasi atau pun perusahaan akan lebih membutuhkan adanya manajemen untuk mengatur kinerja dari anaggota agar dapat mencapai tujuan yang di inginkan dan  mendapatkan hasil kerja yang baik, salah satu manajemen yang penting ialah adanya manajemen keuangan dalam suatu organisasi atau pun perusahaan.
Pengertian manajemen leuangan mengalami perkembangan mulai dari pengertian manajemen yang hanya mengutamakan aktivitas memperoleh dana saja sampai yang mengutamakan aktivitas memperoleh dan menggunakan dana serta pengelolaan terhadap aktiva. Khususnya penganalisisan sumber dana dan penggunaan-nya untuk merealisasikan keuntungan maksimum bagi perusahaan tersebut. Seorang manajemen keuangan harus memahami arus peredaran uang baik eksternal maupun internal.
Namun, manajemen keuangan juga berkepentingan dengan penentuan jumlah aktiva yang layak dari investasi pada berbagai aktiva dan pemilihan sumber-sumber dana untuk membelanjai aktiva tersebut. Untuk memperoleh dana, manajer keuangan bisa memperolehnya dari dalam maupun luar perusahaan. Sumber dari luar perusahaan berasal dari pasar modal, bisa berbentuk hutang atau modal sendiri.

DEFINISI MANAJEMEN KEUANGAN
Manajemen Keuangan adalah segala kegiatan atau aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan bagaimana cara memperoleh pendanaan modal kerja, menggunakan atau mengalokasikan dana, dan mengelola aset yang dimiliki untuk mencapai tujuan utama perusahaan. Atau manajemen keuangan adalah kegiatan manajemen yang bertujuan untuk mengelola dana maupun aset-aset yang dimiliki perusahaan untuk dimanfaatkan pada hal-hal atau kegiatan yang membantu tercapainya tujuan utama perusahaan tersebut, yaitu profit.
Dalam perusahaan atau bisnis, manajemen keuangan memiliki 3 aktivitas utama yang dilakukan oleh manajer keuangan yaitu:
·             Perolehan dana
·             Aktivitas penggunaan dana 
·             Pengelolaan aktiva
Ketiga hal tersebut berkaitan dengan sumber dana internal maupun eksternal perusahaan. Modal kerja dan kepemilikan saham juga termasuk tugas dalam manajemen keuangan. Lebih dalam tentang sumber dana, penggunaan dana dan Cashflow akan dibahas secara lengkap dalam artikel ini.

SUMBER DANA
Umumnya, sumber dana perusahaan bisa diperoleh dari 3 kelompok sumber dana. Sumber dana jangka pendek, jangka menengah serta jangka panjang, mari kita bahas satu persatu.
1.           Sumber Dana Jangka Pendek
Pendanaan perusahaan yang didapat dari sumber dana jangka pendek umumnya digunakan untuk modal kerja perusahaan. Dana yang diperoleh dengan skema ini harus dibayar/dikembalikan dalam rentang waktu setahun buku akuntansi atau kurang. Tidak boleh lebih dari satu periode akuntansi. Contohnya adalah pinjaman dari bank jangka pendek. Pendanaan persediaan. Kredit perdagangan. 
2.           Sumber Dana Jangka Menengah
Umumnya, perusahaan yang sumber pendanaannya berasal dari sumber dana jangka menengah karena adanya keperluan yang ternyata tidak bisa dipenuhi oleh pendanaan jangka pendek namun terlalu berlebih atau terlalu sulit didapatkan dengan skema pendanaan jangka panjang. Rentang waktu dalam pengembalian sumber dana jangka menengah adalah lebih dari satu tahun buku akutansi dan tidak lebih dari lima tahun buku. Contoh dari pendanaan jangka menengah adalah leasing, term loan, equipment loan.
3.           Sumber Dana Jangka Panjang
Manajer keuangan memilih menggunakan pendanaan jangka panjang umumnya karena perusahaan akan melakukan ekspansi usaha yang masif dalam skala perusahaan tersebut. Strategis bagi perusahaan. Walaupun banyak alasan alasan lain yang selain itu. Yang memerlukan pendanaan dalam jumlah yang cenderung besar bagi perusahaan.
Contohnya, perusahaan yang akan melakukan ekspansi usaha dengan mengakuisisi perusahaan sejenis atau perusahaan suplier, membeli atau membangun aset aset tetap jangka panjang seperti tanah, pabrik, mesin ataupun proyek konstruksi yang lain. Tempo dalam pengembalian pendanaan jangka panjang umumnya lebih dari lima tahun buku. Jenis pendanaan jangka panjang contohnya adalah penerbitan obligasi, hipotik ataupun listing go publik dilantai bursa dengan IPO saham perusahaan.

ASAL SUMBER PENDANAAN PERUSAHAAN
1.           Sumber Internal Perusahaan
Pendanaan yang berasal dari internal perusahaan contohnya adalah retained earning (laba ditahan). Laba ditahan didapat dari besarnya laba perusahaan yang diperoleh pada periodde tertentu. Laba perusahaan pada periode tertentu belum tentu bisa menjadi laba ditahan yang bisa digunakan untuk pendanaan perusahaan. Laba perusahaan akan dibagi menjadi :
·              Laba ditahan dan deviden yang akan dibagikan kepada pemilik perusahaan.
Besar kecilnya laba ditahan dan deviden diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan. Persentasenya tergantung pada hasil RUPS, apakah laba akan dibagikan seluruhnya menjadi deviden, atau menjadi laba ditahan atau sekian persen deviden dan sekian persen menjadi laba ditahan. Semuanya tergantung pada keputusan dalam RUPS perusahaan.
·              Penyusutan.
Berbagai sumber menyebutkan penyusutan adalah salah satu sumber pendanaan internal. Namun saya pribadi masih belum bisa menjelaskan bagaimana penyusutan bisa menjadi sumber pendanaan yang bisa dipakai oleh manajemen keuangan.
2.           Sumber Eksternal Perusahaan
Pendanaan yang berasal dari eksternal perusahaan adalah sumber dana yang berasal dari para kreditur dan pemilik perusahaan. Pemilik perusahsaan adalah sumber eksteral? Ya dalam dunia akuntansi, dalam perusahaan yang modern. Pemilik dan perusahaan adalah 2 entitas yang terpisah satu sama lain. Harus dipisahkan dan tidak boleh dicampur-baurkan. Sumber dana perusahaan yang berasal dari kreditur adalah hutang bagi perusahaan. Pendanaan seperti ini biasanya disebut dengan debt financing. Sumber dana perusahaan yang berasal dari pemilik adalah penambah modal bagi perusahaan. Pendanaan ini bisa mengubah kompisisi ekuitas pada neraca perusahaan. Pendanaan seperti ini biasanya disebut dengan equity financing.
Pihak pihak yang menjadi sumber dana eksternal biasanya terdiri dari :
·              Supplier
Supplier umumnya memberikan pinjaman dalam bentuk bukan cash. Namun dalam bentuk pemberian kredit dalam transaksi pembelian barang atau persediaan perusahaan.
Pinjaman ini biasanya untuk jangka pendek atau kurang dari satu tahun buku. Walaupun ada juga yang jangka menengah dan panjang.
·              Bank
Bank adalah sasaran utama manajemen keuangan dalam mencari sumber dana bagi perusahaan. Baik untuk jangka pendek, menengah bahkan jangka panjang sekalipun.
·              Pasar Modal
Didalam pasar modal, perusahaan bisa mencari sumber dana dengan cara menerbitkan obligasi ataupun saham baru (IPO atau right isssu).
Obligasi akan menambah hutang perusahaan, dan pernbitan saham baru akan menambah permodalann perusahaan sekaligus mengubah struktur komposisi ekuitas pada neraca perusahaan.

Bergabung dengan pasar modal, perusahaan bisa dengan mudah mendapatkan pendanaan. Dipasar modal sudah siap ribuan kreditor ataupun investor yang akan membeli obligasi, saham ataupun surat berharga yang diterbitkan perusahaan untuk pendanaan mereka. 
Berbagai cara diatas bisa dilakukan oleh manajer keuangan dalam usaha untuk mendapatkan dana perusahaan. Dengan mendapatkan dana yang dibutuhkan, yang sudah dianggarkan, yang telah direncanakan oleh manajemen keuangan perusahaan. Perusahaan bisa memiliki gerak ruang yang cukup untuk bisa beroperasi, melakukan ekspansi usaha, diversifikasi usaha ataupun hanya untuk sekedar bertahan hidup.

PENGGUNAAN DANA
Penggunaan dana setelah ada di perusahaan, sebagai manajer keuangan berusaha untuk menggunakan secara efisien demi tercapainya tujuan perusahaan. Pada dasarnya penggunaan dana dapat digolongkan menjadi 2 bagian :
·             Penggunaan dana dalam jangka pendek : kas, surat-surat berharga, piutang, dan persediaan.
·             Penggunaan dana dalam jangka panjang : investasi aktiva tetap, termasuk tanah, bangunan, dan peralatan.
Mengelola penggunaan dana perusahaan baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka panjang berkaitan erat dengan masalah efisiensi. Karena kalau masalah efisiensi tercapai berarti manajer keuangan berhasil dalam mengelola dana dalam arti pengalokasian dana perusahaan tepat dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan sehingga perusahaan dapat dengan mudah menelusuri bagian-bagian mana yang menghasilkan laba perusahaan.
Efisiensi penggunaan dana sehari-hari dalam kegiatan operasional perusahaan dapat diketahui dengan membandingkan pendapatan bersih perusahaan selama jangka waktu tertentu dengan dana atau modal yang dipakai perusahaan dalam memperoleh pendapatan tersebut.

CASHFLOW (ALIRAN DANA)
Dalam menjalankan bisnis, Kita tentu dituntut untuk selalu memiliki manajemen yang mumpuni dan bisa berjalan dengan efektif. Hal ini akan sangat berpengaruh pada perjalanan dan kesuksesan bisnis Kita tersebut. Bisnis yang sukses tentu harus selalu didukung manajemen yang tepat dan efisien. Berbagai aspek harus dicermati di dalam manajemen yang Kita jalankan, termasuk manajemen cash flow yang akan begitu mempengaruhi kinerja perusahaan Kita secara keseluruhan.
Jika perusahaan memiliki masalah terkait dengan manajemen cash flow yang Kita jalankan, berbagai masalah terkait dengan keuangan dan pengelolaan lainnya sangat mungkin terjadi. Manajemen cash flow yang buruk akan selalu memunculkan berbagai kendala di dalam perusahaan, bahkan untuk beberapa urusan kecil di dalamnya.
Kita mungkin saja telah memiliki semua fungsi pencatatan dan pengelolaan keuangan yang cermat di dalam perusahaan. Namun, pengelolaan cash flow yang tidak tepat menyebabkan lahirnya beberapa masalah terkait dengan ketersediaan kas di dalam perusahaan. Hal seperti ini tentu akan menimbulkan sejumlah masalah operasional. Dan bisa dipastikan dapat mengganggu kegiatan perusahaan secara keseluruhan. Untuk itu, selalu pahami dengan baik, bagaimana cara mengelola manajemen cash flow yang tepat bagi perusahaan.
Pada dasarnya, konsep cash flow bukanlah hal yang sulit untuk dipahami dan dijalankan di dalam perusahaan. Hal ini bahkan dilakukan hampir semua perusahaan, tetapi sebagian melakukannya dengan cara yang kurang tepat. Akibatnya, manfaat yang dirasakan kurang maksimal. Cash flow merupakan sebuah siklus keuangan di dalam perusahaan di mana Kita memanfaatkan uang perusahaan untuk bisa mendatangkan sejumlah sumber daya bagi usaha tersebut.
Di dalam praktiknya, berbagai sumber daya inilah yang kemudian Kita manfaatkan kembali untuk kegiatan produksi dan menghasilkan berbagai produk yang akan dijual kepada para konsumen. Dari kegiatan penjualan tersebut, Kita akan mendapatkan sejumlah hasil penjualan dan keuntungan bagi perusahaan, yang kemudian akan dibelanjakan kembali untuk membeli berbagai sumber daya bagi perusahaan Kita.
Lalu, Kita melakukan kembali kegiatan produksi, penjualan, dan seterusnya secara berulang. Siklus inilah yang akan tetap berjalan di dalam perusahaan secara kontinu. Jika dicermati dari kegiatan yang berlangsung di dalam perusahaan, Kita dapat menemukan dua cash flow sekaligus di sana, yakni:
·             CASH INFLOW
Adalah segala bentuk kas yang masuk ke dalam perusahaan dan menjadi pemasukan yang akan menambah aset perusahaan tersebut. Hal ini meliputi beberapa bentuk, di antaranya uang hasil penjualan produk, piutang yang telah dicairkan, pinjaman bank, bunga yang didapatkan dari investasi, dan sejumlah tambahan modal dari luar (investor). 
·                  CASH OUTFLOW
Adalah semua kas yang dikeluarkan dari perusahaan yang dimaksudkan untuk mendukung berbagai kegiatan di dalam perusahaan itu sendiri. Cash ouflow terdiri dari berbagai bentuk, seperti uang belanja perusahaan untuk memenuhi bahan-bahan baku yang dibutuhkan, dana untuk membayar gaji karyawan, dana untuk membayar sejumlah tagihan yang masuk, dana untuk membeli berbagai peralatan (aset) yang baru bagi perusahaan, biaya bunga utang cicilan, biaya pajak, dan yang lainnya. Manajemen cash flow akan sangat dibutuhkan dalam berbagai kegiatan perusahaan dan penanganan masalah keuangan di atas. Hal tersebut dimaksudkan untuk menyeimbangkan cash flow dengan out flow yang terdapat di dalam perusahaan tersebut.
Di dalam kegiatan perusahaan, Kita mungkin akan sering mengalami cash flow gap, yakni kondisi kas perusahaan tidak mencukupi untuk menutup berbagai pos pengeluaran yang terjadi di dalam perusahaan. Bukan karena kondisi perusahaan buruk atau tidak mendapatkan sejumlah keuntungan, tetapi kondisi tersebut sering kali terjadi akibat tidak sesuainya waktu pembayaran dari konsumen terhadap jatuh tempo pembayaran sejumlah tagihan yang dimiliki perusahaan. Dalam hal ini, manajemen cash flow tidak berjalan dengan baik sehingga tidak terjadi keseimbangan antara cash inflow dan cash outflow perusahaan.
Hal seperti ini tentu akan sangat buruk dan bisa saja menimbulkan sejumlah masalah di dalam kegiatan perusahaan. Bisa saja mitra atau kolega perusahaan beranggapan bahwa perusahaan Kita tidak meyakinkan untuk dapat membayar tagihan yang ada sehingga kerja sama dengan mereka menjadi tersendat atau bahkan terputus. Jika kondisinya seperti ini, kegiatan produksi bisa saja terganggu atau bahkan terhenti.
Sangat penting untuk selalu memastikan bahwa perusahaan memiliki sejumlah kas yang mencukupi untuk membayar semua tagihan tepat pada waktunya. Bahkan, meskipun sejumlah pemasukan belum diterima perusahaan dari para konsumen. Jika ternyata kas pada periode sebelumnya dan kas pada periode berjalan tidak dapat diKitalkan untuk kebutuhan tersebut, Kita harus mencari alternatif dana lain di luar kas perusahaan. Untuk kebutuhan ini, sebagian besar orang pada umumnya akan memilih pinjaman jangka pendek dari bank sebagai alternatif terbaik. Sejumlah dana pinjaman ini akan membantu Kita untuk tetap memiliki kas di dalam perusahaan. Dengan begitu, berbagai kewajiban perusahaan bisa terbayar dengan baik dan tepat waktu.

MANFAAT MANAJEMEN CASH FLOW
Dalam pengelolaan manajemen cash flow perusahaan, Kita dapat menemukan banyak manfaat yang dapat digunakan untuk kemajuan perusahaan, antara lain:
·             Kita bisa melihat dan memperhitungkan dengan baik jumlah dan tempat di mana dana perusahaan mengalami kemacetan sehingga Kita bisa melakukan berbagai tindakan perbaikan pada titik-titik tersebut.
·             Kita juga bisa menerapkan sejumlah kebijakan baru di dalam perusahaan. Hal ini terkait dengan sistem pembayaran yang dilakukan pihak konsumen/klien Kita.
·             Kita dapat melihat kapan potensi kas perusahaan mengalami peningkatan sehingga sejumlah dana tersebut dapat dialokasikan dengan tepat pada berbagai komponen investasi atau simpanan lainnya. Yang nantinya sewaktu-waktu bisa digunakan jika perusahaan mengalami masalah keuangan.
Cash flow merupakan salah satu hal yang akan berdampak terhadap kegiatan perusahaan, bahkan secara keseluruhan. Pahami alur cash flow di dalam perusahaan sehingga Kita bisa menerapkan manajemen cash flow yang sehat dan jitu di sana. Dengan adanya manajemen cash flow yang tepat, berbagai masalah keuangan (kas) perusahaan bisa teratasi dengan baik dan cerdas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bussines Plan (BP)

Ide Usaha Kekinian di Masa Pandemi Covid 19

My Bisnis