Bussines Plan (BP)
Sebagai salah satu bagian terpenting dalam
berwirausaha, pemahaman akan pengertian Business Plan yang benar bersifat
sangat krusial. Dalam pembahasan kali ini, kita akan mencoba memahami
pengertian Business Plan seperti yang sudah didefinisikan oleh para ahli.
Kadangkala, banyak sekali perencanaan bisnis tidak
sesuai hasilnya dengan kenyataan setelah operasional. Hal itu sangat mungkin
terjadi dan tidak dapat disalahkan karena parameter ekonomi di real market
(pasar yang nyata) sangat sulit diduga dan selalu berubah-ubah. Itulah yang
menyebabkan suatu bisnis bertahan atau tetap berjalan walupun hasil dengan
perencanaannya menyimpang adalah dari motivasi yang tetap kuat dari
wirausahannya.
Mengapa harus membuat Business Plan sebelum mulai
usaha?
Sebenarnya tidak ada yang harus. Toh, ketika di dalam
pikiran kita terbersit keinginan untuk membuat usaha, pasti akan terpikir juga
usaha macam apa yang akan dibuat, sasaran pasarnya siapa, tempat lokasi
strategisnya bagaimana, dan sederet rencana panjang yang bermunculan di dalam
otak kita.
Nah, ketika semua rencana, gagasan, dan ide tadi hanya
berputar-putar di dalam otak, maka kemungkinan akan terdistorsi ide lain,
kehilangan fokus, melewatkan hal yang seharusnya mendapat perhatian lebih,
ujung-ujungnya adalah kita bingung harus mulai dari mana, atau kalau sudah
berjalan kita kehilangan arah karena ternyata rencana tadi tidak bisa jalan.
Berbeda jika kita menuliskan semua rencana tadi dalam
bentuk Business Plan yang baik. Kita akan mudah melihat ulang, orang lain yang
kita sodori juga bisa melihat sisi lebih dan kurangnya. Sehingga misalnya pun
dia menolak bekerja sama, kita bisa dengan mudah memperbaikinya, karena semua
tercatat dengan sistematis. Intinya, kita tidak harus memulai setiap kali dari
awal lagi.
Secara ringkas, berikut ini adalah 5 alasan mengapa
business plan harus dibuat dengan baik, yaitu:
Business Plan adalah blueprint usaha anda, yang akan
anda dan karyawan serta pihak-pihak yang bekerja sama dengan anda dalam
operasionalnya. Dia akan membantu anda tetap kreatif dan fokus pada tujuan yang
telah ditetapkan.
Business Plan merupakan alat untuk mencari dana,
sehingga berhasil dalam bisnis.
Business Plan adalah sarana komunikasi untuk menarik
orang lain, pemasok, konsumen, dan penyandang dana. Business plan akan membuat
mereka mengerti tujuan dan cara operasional bisnis anda.
Rencana bisnis anda ini akan mempermudah anda
menjalankan usaha dengan mengetahui langkah-langkah praktis menghadapi
persaingan, membuat promosi, sehingga lebih efektif.
Membuat pengawasan lebih mudah dalam operasionalnya,
apakah mengikuti atau sesuai dengan rencana atau tidak.
PENGERTIAN BUSINESS PLAN
Rencana Bisnis (Business Plan) adalah suatu dokumen
tertulis yang mengemukakan tentang ide pokok yang mendasari
pertimbangan-pertimbangan untuk memulai atau mendirikan suatu bisnis dan
hal-hal yang berkaitan dengan pendirian tersebut atau memulai bisnis dari awal.
Business Plan mencakup rincian tentang strategi, konsep, rencana-rencana,
tujuan, sasaran, dan target yang akan dicapai dalam bisnis.
Business Plan merupakan proses berpikir secara
menyeluruh melalui suatu persoalan (problem) dan solusinya sebelum bertindak.
Masa depan bisnis/usaha tidak dapat diprediksi sepenuhnya, tetapi dengan adanya
Business Plan ini sebagian besar kebutuhan dan hambatan yang mungkin dihadapi
di masa mendatang dapat diantisipasi dan dipersiapkan dengan baik.
TUJUAN BUSINESS PLAN
Membantu Pemilik Usaha
Tujuan membuat bisnis plan yang pertama adalah
membantu pemilik usaha. Apa yang dibantu melalui rencana usaha ini adalah agar
pengusaha dengan perusahaannya dapat selalu kreatif dan juga fokus terhadap
tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Salah satu tujuan tersebut bisa
seperti apa tujuan anda membuka suatu peluang usaha. Apakah bertujuan untuk
menjadi pemilik pasar suatu produk di daerah anda atau lainnya.
Manajemen Yang Sehat
Membuat bisnis plan akan membuat manajemen perusahaan
anda menjadi lebih sehat. Karena seperti yang ada di poin pertama yakni membuat
perusahaan mengerti apa yang mereka lakukan karena mereka mengetahui apa tujuan
perusahaan. Dengan demikian manajemen perusahaan dapat mengalir dengan sehat.
Salah satu manfaatnya adalah anda bisa menarik pemodal untuk menyuntikan modal
usaha pada perusahaan anda.
Mempermudah Pencapaian Tujuan Atau Target
Selanjutnya yang membuat bisnis plan itu penting
adalah karena tujuan dari bisnis plan ini adalah untuk mempermudah perusahaan
dalam mencapai tujuan atau target perusahaan baik target jangka pendek,
menengah, hingga jangka panjang. Dalam rencana bisnis tersebut pun diatur
sesuai dengan jarak target tiap waktunya.
MANFAAT BUSINESS PLAN
Tujuan bisnis menjadi lebih jelas
Manfaat yang pertama ketika kamu merencanakan business
plan adalah untuk merancang strategi dan rencana awal bisnis kamu. Sebuah
bisnis yang baru akan dirintis dan sedang dirintis tentu saja akan sulit
berkembang jika dijalankan tanpa sebuah perencanaan yang jelas.
Bagaimana awal harus memulai bisnis, bagaimana bisnis
ini akan berjalan nantinya serta bagaimana caranya agar bisnis ini tetap
bertahan. Tentu hal itu harus kamu pikirkan matang dan terukur. Maka dengan
menyusun sebuah rencana bisnis, kamu akan lebih terarah mencapai target yang
ingin dicapai.
Prioritas kamu akan lebih masuk akal
Di dalam membuat business plan kamu belajar untuk
menentukan prioritas terhadap bisnis kamu. Prioritas itu mencakup pertumbuhan
perusahaan, kesehatan keuangan dan manajemen bisnis. Menerapkan prioritas ini
memang sepele namun sangat penting, karena jika kamu berfokus kepada prioritas
yang sudah kamu tetapkan sejak awal maka bisnis kamu akan lebih cepat
berkembang.
Business plan akan meminimalisir resiko gagal
Dengan melakukan perencanaan tentu kamu sedang
melakukan persiapan membangun dan menjalankan suatu bisnis dengan serius dan
profesional. Saat membuat business plan, kamu menjadi tahu masalah apa yang
akan kamu hadapi dan kamu bisa mempertimbangkan dampak dari setiap masalah tersebut
serta mencari jalan keluar untuk menyelesaikan setiap masalah yang ada. Hal itu
tentunya meminimalisir resiko gagal dalam perjalanan bisnis yang begitu
panjang.
Memprediksi masa depan
Dengan business plan yang matang kamu dapat
memprediksi masa depan bisnismu. Tentu ketika kamu menyusun rencana bisnis,
kamu akan membuat gambaran jangka pendek, menengah dan panjang bagi bisnis
kamu. Meski hal ini bersifat subyektif, namun tidak menutup kemungkinan
prediksi kamu dapat direalisasikan. Tentu saja peramalan tersebut harus
didukung dengan adanya riset atau survey yang dapat dituangkan dalam strategi.
Mencari sumber dana
Dengan memiliki business plan yang detail, maka kamu
dapat mengetahui informasi yang akurat yang berhubungan dengan permodalan
usaha. Hal ini dapat kamu gunakan sebagai media untuk mendapatkan
investor/penanam modal yang bersedia untuk membantu kamu di dalam pengembangan
bisnis kamu. Rancangan yang informatif dan detil akan membuat calon investor
memiliki gambaran yang jelas akan usaha kamu. Terlebih jika kamu mampu
meyakinkannya untuk bekerja sama dengan kamu.
Membantu Mengembangkan Ide Bisnis
Adanya business plan membuat ide-ide bisnis akan lebih
terencana dan sistematis. Melalui beberapa pendekatan pada business plan, Anda
akan lebih mudah untuk mengelola Sumber Daya Manusia (SDM), mengetahui siapa
saja yang menjadi sasaran produksi, mengetahui apa yang diproduksi, sistem
pemasaran yang tepat, dan strategi operasional apa yang dijalankan agar bisnis
bisa mendulang kesuksesan. Ide-ide bisnis yang muncul juga bisa digunakan untuk
mengembangkan produk. Tujuannya agar ada inovasi dan produk tidak stuck hanya
pada satu jenis saja.
Memberikan Gambaran Kepada Konsumen dan Investor
Seperti yang sudah dijelaskan di awal, rencana bisnis
yang baik bisa mendatangkan investor dan kreditor untuk memberikan modalnya.
Misalnya, dalam hal pemasaran. Adanya business plan membuat kita lebih peka
terhadap produk yang dimiliki. Hal ini juga bisa digunakan untuk membandingkan
produk kita dengan produk perusahaan lainnya yang sejenis. Adanya tingkat
penjualan yang rendah membuat kita berupaya untuk menemukan solusi untuk
memperkenalkan produk bisnis kita kepada pihak luar.
Membantu Membuat Keputusan
Business plan layaknya sebuah rambu-rambu lalu lintas
yang bisa digunakan untuk menetapkan arah dan tujuan, serta memutuskan apakah
bisnis yang di jalan sesuai dengan yang direncanakan atau tidak. Misalnya
apakah target penjualan sudah tercapai atau belum, posisi keuangan perusahaan,
dan daya tarik produk terhadap konsumen. Kalau ketiganya belum tercapai, Anda
perlu mengetahui apa yang menjadi penyebab utamanya. Selain itu, Anda juga
perlu menindaklanjuti hal tersebut agar tidak terjadi secara continuous atau
berkelanjutan.
Karena itu jangan pernah melewatkan pembuatan business
plan ketika kamu berniat untuk memulai sebuah usaha. Dengan memiliki prediksi,
maka kamu akan lebih siap dalam menghadapi berbagai perubahan dan hambatan
serta sudah mempersiapkan strategi yang matang untuk mengatasinya.
PRINSIP BUSINESS PLAN
Perencanaan usaha harus diterima oleh semua pihak
Perencanaan usaha harus flektibel dan realistis
Perencanaan usaha harus mencangkup seluruh aspek
kegiatan usaha
Perencanaan usaha harus merumuskan cara-cara kerja
usaha yang efektif dan efisien
KOMPONEN (FORMAT) BUSINESS PLAN
Proposal bisnis merupakan dokumentasi praktis yang
biasanya dibuat jika kamu ingin mendapatkan dukungan untuk menuwujudkan ide
memulai bisnis yang kamu punya. Sayangnya, tidak banyak sumber kredibel yang
dapat menyediakan contoh proposal bisnis yang baik dan sesuai dengan
syarat-syarat yang harus ada di dalamnya.
Oleh karena itu, pada artikel ini, saya akan
memberikan template bisnis plan yang komprehensif sebagai panduan bagi kamu
yang ingin membuat proposal usaha secara baik dan benar. Template business plan
ini, selain bisa kamu gunakan sebagai referensi pembuatan proposal rancangan
usaha, bisa juga dipakai untuk tujuan akademis seperti tugas proposal rencana
bisnis dan semacamnya. Berikut uraiannya :
Daftar isi template proposal bisnis ini :
Cover Depan
Bab Pendahuluan
Aspek Pemasaran
Struktur Manajemen Organisasi
Aspek Produksi
Aspek Keuangan
COVER DEPAN
1.1 Gambar
dan Design menarik
Gambar dan design cover depan proposal harus dapat
mewakilkan jenis dan karakter dari usaha yang tercerminkan dari design dan
warna yang sesuai.
1.2 Logo /
Lambang Usaha
Digunakan untuk mempermudah dan membedakan usaha kita
di mata konsumen dalam mengingatkan usaha kita dibandingkan dengan pesaing dan
nama usaha yang sama.
1.3
Informatif (nama, alamat, contact no)
Berisi
informasi nama usaha, domisili / alamat tempat usaha serta nomor telepon
yang dapat dihubungi apabila calon investor ataupun konsumen ingin menghubungi.
PENDAHULUAN
2.1
Sejarah Berdirinya Usaha
Sejarah berdirinya usaha menggambarkan kepada calon investor dasar atau landasan
usaha ini berdiri apakah cukup kuat secara pengalaman dan keutuhan individu
yang terlibat didalamnya.
2.2 Visi
& Misi Usaha
Visi merupakan cita-cita yang ingin dicapai usaha
dalam jangka panjang (What to Be?)
Misi merupakan cara-cara yang digunakan usaha dalam
mencapai visi usaha (How to Be ?). Misi dapat berupa pernyataan kalimat atau
kata yang mengingatkan pelaku usaha untuk bekerja sesuai Misi dalam mencapai
Visi.
ASPEK PEMASARAN
3.1 Gambaran
Umum Pasar (STP)
Segmen Pasar merupakan gambaran umum dari konsumen
usaha kita
Target Pasar merupakan sasaran khusus bagi konsumen
potensial dari usaha kita.
Positioning adalah bagaimana kita menempatkan usaha
kita diantara pesaing usaha yang sejenis.
3.2
Permintaan
Perkiraan / prediksi jumlah permintaan konsumen
terhadap produk.
Proyeksikan permintaan konsumen dalam beberapa periode
/ tahun mendatang seperti kenaikan x % per tahun sesuai kenaikan jumlah
penduduk.
3.3 Rencana
Penjualan dan Pangsa Pasar
Rencana Penjualan adalah rencana produk yang akan
dijual dalam waktu 1 tahun disesuaikan dengan kondisi permintaan dan penawaran.
Pangsa Pasar adalah
bagian dari penjualan produk kita dibandingkan dengan penjualan total
produk sejenis dalam industri.
3.4 Strategi
Pemasaran Perusahaan dan Pesaing
Strategi Pemasaran Perusahaan dilakukan berdasarkan
analisa 7 P dengan alat analisis SWOT menurut Kottler yang terdiri atas:
Product : Strategi mengenai bagaimana produk usaha
kita dapat menarik hati konsumen untuk membelinya. Produk usaha kita dapat
dibedakan berdasarkan mutu / kualitas, ukuran, desain, kemasan, dan kegunaan
lebih dibandingkan pesaing.
Price : Strategi mengenai bagaimana produk kita lebih
menarik konsumen dari segi harga dibandingkan pesaing. Umumnya konsumen lebih
tertarik kepada produk dengan harga yang lebih murah. Selainnya itu dari segi
harga, kita dapat membedakan produk kita berdasarkan harga satuan dan harga
grosir, syarat pembayaran, diskon/potongan harga,
Promotion : Strategi mengenai bagaimana produk kita
dapat dikenal oleh konsumen melalui beberapa cara: Advertising (Iklan) :
Beriklan dapat dilakukan melalui media berikut : Media Cetak : Brosur, spanduk,
poster, iklan majalah/koran. Media TV dan Radio : Iklan TV, Jingle Iklan Radio
Sales Promotion : Promosi melalui acara / pameran yang
digelar di tempat keramaian dimana konsumen produk berada dan juga dilakukan
penjualan ditempat.
Personal Selling : Promosi melalui penjualan langsung
ke tempat konsumen berada dengan menawarkan dan mencoba produk langsung.
Public Relation : Cara promosi ini cenderung untuk membuat
image perusahaan baik dimata konsumen bukan mempromosikan produk secara
langsung. Umumnya dilakukan oleh perusahaan besar.
Placement : Merupakan cara untuk mendistribusikan
produk kita untuk sampai ke tangan konsumen. Sistem distribusi yang dilakukan
dapat secara langsung ke konsumen atau melalui pedagang perantara seperti
wholesaler (pedagang besar) atau retailer (pedagang kecil).
People : Merupakan kriteria sumber daya manusia secara
umum yang dapat meningkatkan penjualan produk ke konsumen secara langsung
ataupun tidak langsung.
Process :
Proses yang ditampilkan kepada konsumen agar konsumen tertarik untuk membeli.
Proses yang dapat ditampilkan seperti proses produksi yang baik ataupun proses
pelayanan terhadap konsumen.
Physical Evidence : Penampilan fisik dari fasilitas
pendukung atau sarana dalam menjual produk yang dapat dilihat langsung oleh
konsumen. Seperti tempat yang menarik dan bersih untuk restoran.
Notes :
Semua strategi pemasaran yang dibuat berdasarkan 7 P
diatas haruslah dibandingkan dengan strategi pemasaran yang diterapkan oleh
pesaing. Strategi pemasaran yang kita buat harus berbeda dan lebih unggul dalam
menarik konsumen.
Semua strategi pemasaran yang dibuat pastilah
mempunyai anggaran / biaya sehingga perlu dicatat biaya yang dikeluarkan per
bagian P.
ASPEK ORGANISASI DAN MANAJEMEN
4.1 Aspek
Organisasi
Nama Perusahaan / Usaha
Nama Pemilik / Pimpinan
Alamat kantor dan tempat usaha
Bentuk Badan Hukum (Kalo berbentuk Badan Hukum)
Struktur Organisasi
Jabatan, Jumlah staf, Uraian Tugas, dan Penggajian
4.2 Perijinan
Perijinan yang perlu disiapkan sebelum usaha dimulai
dan disertai dengan biaya pengurusannya. Apabila usaha kita tidak berbentuk
badan hukum maka perijinan tidak kompleks tetapi hanya perlu perijinan dari
wilayah sekitarnya (paling tidak sampai ijin kecamatan / kelurahan ) disertai
keterangan dari pihak RT / RW dimana usaha kita berada.
Sedangkan bila usaha kita akan berbentuk badan hukum
maka perijinan yang diperlukan diantaranya:
Ijin prinsip (dari instansi terkait)
SITU (Surat Ijin Tempat Usaha)
TDP (Tanda Daftar Perusahaan)
Akta Pendirian Perusahaan, dll.
Semua biaya diatas berkisar antara 5-7 jt untuk
berbentuk PT (Perseroan Terbatas) tergantung wilayah usaha dan dikerjakan
semuanya oleh notaris.
4.3 Kegiatan
Pra Operasi dan Jadwal Pelaksanaan
Kegiatan sebelum usaha dimulai disertai dengan jadwal
pelaksanaan yang diatur berdasarkan periode tertentu (mingguan atau bulanan).
4.4
Inventaris Kantor dan Supply Kantor
Inventaris kantor untuk barang yang umur produknya
lebih dari 1 tahun, sedangkan Supply Kantor merupakan biaya untuk menunjang
kegiatan administrasi seperti ATK Alat Tulis Kantor (umur ekonomis 1 tahun atau
kurang).
ASPEK PRODUKSI
5.1. Produk
Perencanaan yang perlu dilakukan menyangkut produk
(output), terutama pada usaha manufaktur dan industri pengolahan adalah :
- Dimensi Produk : Dimensi produk berkenaan dengan
sifat dan ciri-ciri produk yang meliputi bentuk, ukuran, warna serta fungsinya.
- Nilai/Manfaat Produk : Manfaat yang dapat ditawarkan
oleh produk dapat dibagi dalam 5 tingkatan, yaitu:
Manfaat inti (core benefit) : adalah manfaat yang
diberikan untuk pemenuhan terhadap kebutuhan utama konsumen, misalnya kebutuhan
berbicara jarak jauh.
Manfaat dasar (basic benefit) : adalah manfaat dasar
yang diberikan untuk memecahkan masalah kebutuhan utama, misalnya telepon.
Manfaat yang diharapkan (expected benefit) : adalah
manfaat yang diharapkan lebih dari sekedar pemenuhan kebutuhan dasar, misalnya
telepon yang dapat dibawa-bawa (HP).
Manfaat di atas harapan (augmented benefit ): adalah
manfaat yang dapat diberikan lebih dari yang diharapankan oleh konsumen,
misalnya HP yang dapat digunakan untuk SMS.
Manfaat potensial (potential benefit) : adalah semua
manfaat yang mungkin dapat diberikan lebih dari sekedar augmented benefit,
misalnya HP yang dapat digunakan sebagai lampu senter, kamera, video recorder,
video calling, fax, internet, dsb.
5.2
Kegunaan/Fungsi Produk
Produk konsumsi, yaitu produk yang dibeli dan
digunakan oleh konsumen akhir (pemakai akhir); meliputi:
Convenience goods, yaitu produk yang dibutuhkan
sehari-hari dan mudah didapat, misalnya beras, gula, teh, permen, dll.
Shopping goods, yaitu produk-produk yang dibedakan
oleh kon-sumen berdasarkan kualitas, harga, tren, dan gaya. Contohnya adalah
baju, telepon seluler, mobil, dsb.
Specialty goods, yaitu produk yang mempunyai
karakteristik unik dan mempunyai merek yang sudah terkenal; misalnya mobil
mewah, jam tangan mewah, dsb.
Unsought goods, adalah produk yang kurang dikenal atau
dike-tahui umum tetapi kurang diminati, misalnya asuransi.
Produk industri, yaitu produk yang biasa dibeli oleh
pelaku usaha produksi lainnya. Biasa dikenal dalam B to B (business to
business). Dapat dibagi dalam 3 golongan, yaitu: Bahan baku dan suku cadang :
merupakan bahan mentah yang akan diproses lebih lanjut. Barang modal: yaitu
barang-barang yang berumur lebih dari 1 tahun dan tidak untuk dijual belikan.
Perlengkapan dan jasa bisnis, yaitu produk tidak tahan lama yang membantu
operasional perusahaan.
5.2. Proses
Produksi
Perencanaan proses produksi pada dasarnya menjelaskan
tahapan-tahapan proses yang diperlukan untuk menghasilkan produk atau output
yang dimaksud. Bentuk proses biasa digambarkan dalam lembaran skema atau
diagram alur yang disertai dengan keterangan deskriptif.
5.3.
Kapasitas Produksi
Perencanaan kapasitas produksi dilakukan untuk semua
mesin, peralatan, dan faktor produksi lainnya sesuai dengan rencana jumlah
produk akhir yang akan dihasilkan. Dengan sendirinya, kapasitas produksi sampai
dengan tingkatan yang rinci semuanya akan mengacu pada hasil dari perhitungan
peluang pasar atas produk yang bersangkutan.
Kapasitas produksi biasa dinyatakan dalam unit per
periode waktu tertentu (tahun, bulan, minggu, hari, atau jam). Untuk
perencanaan strategis, proyeksi kapasitas dilakukan dalam jangka minimal 3
tahun ke depan, sesuai dengan rencana produksinya.
5.4. Tanah
dan Bangunan
Perencanaan tanah dan bangunan berkaitan dengan lokasi
untuk kantor, tempat usaha, pabrik, gudang, tempat parkir, dll. Untuk keperluan
perhitungan kelayakan finansial usaha, maka perlu diperhitungkan ukuran, harga
beli atau sewanya.
5.5.
Pemasangan Sarana Penunjang
Instalasi sarana penunjang berkaitan dengan tata letak
(layout) yang termasuk dalam anggaran investasi. Pemasangan sarana penunjang
ini meliputi listrik, air, telepon, internet, dan lain-lain.
5.6. Mesin
dan Peralatan
Baik untuk skenario pembelian ataupun sewa, daftar
mesin dan peralatan juga harus dirinci sedetail mungkin proyeksinya.
Perencanaan ini tetap selalu berkaitan dengan kapasitas dan kompetensi teknis
wirausahawan.
5.7. Bahan
Baku dan Bahan Pembantu
Perencanaan bahan baku dan bahan pembantu merupakan
bagian utama untuk perhitungan kebutuhan modal kerja. Hal-hal yang perlu
diperhatikan adalah suplier, kuantitas, harga beli, persyaratan pembe-lian,
ketersediaan, dan persediaan.
5.8. Tenaga
Produksi (Tenaga Kerja Langsung)
Perencanaan tenaga kerja langsung (TKL), juga perlu
memperhatikan hal-hal mengenai kualifikasi, tarif upah, jumlah tenaga yang
dibutuhkan, dan persyaratan kerja.
5.9. Biaya
Umum Usaha/Pabrik
Sebagai komponen biaya modal kerja yang terakhir,
perlu juga direncanakan biaya-biaya penunjang (sarana dan prasarana), misalnya
sebagai berikut:
Pemeliharaan mesin dan peralatan
Suku cadang, bahan bakar, oli, dsb.
Rekening listrik, air, telepon.
Pemeliharaan bangunan
ASPEK KEUANGAN
6.1.
Strategi Sumber Pendanaan Usaha
Salah satu komponen yang mendukung pembangunan
nasional ada-ah tersedianya lembaga intermediasi yang mempunyai fungsi
meng-impun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali ke masyarakat dalam
bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya. Lembaga inter-ediasi yang ada
dibedakan dalam 3 kategori yakni :
Berbentuk Bank tunduk pada Undang-Undang Pokok
Perbankan
Berbentuk Koperasi Simpan Pinjam tunduk pada
Undang-Undang Koperasi
Lembaga Keuangan Mikro lainnya yang belum diatur
undang-undang
Lembaga keuangan mikro yang membantu mengembangkan
iklim wirausaha di Indonesia diatur dalam Surat Edaran Menteri Keuangan No.
SE-31/MK/2000 tanggal 5 Mei 2000 tentang Pelaksanaan Program PUKK.
Dalam hal ini Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi
mengacu kepada Surat Keputusan Menteri Keuangan No.316/KMK.016/1994 tanggal 27
Juni 1994 yang menggantikan Surat Keputusan Menteri BUMN/Kepala Badan Pembina
BUMN No. Kep.216/M-PBUMN/1999 tanggal 28 September 1999.
Sumber pendanaan dari Program Pembinaan Usaha Kecil
dan Kope-asi (PUKK) berasal dari penyisihan laba BUMN termasuk saldo dana
Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) tahun-tahun sebelumnya yang merupakan
sumber pendanaan utama dalam merealisir terwujudnya pemerataan kehidupan
perekonomian masyarakat melalui kemitraan dengan para pengusaha kecil dan
koperasi serta lingkungan masyarakat sekitarnya.
Pelaksanaan Program Pembinaan Usaha Kecil, Koperasi
(PUKK) dan Bina Lingkungan dilaksanakan di dalam lingkup masyarakat yang
bertujuan untuk mendorong tercapainya pertumbuhan ekonomi rakyat, melalui
pemerataan di sektor ekonomi dimana anggota masya-rakat golongan pengusaha
kecil dan koperasi diberi kesempatan untuk melakukan perluasan usahanya,
berdasarkan bantuan pinjaman untuk modal kerja / pinjaman lunak yang berasal
dari penyisihan laba BUMN.
6.2.
Proyeksi Keuangan
Aspek finansial dari proposal bisnis harus dapat
memperlihatkan potensi dana yang dimiliki, kebutuhan dana eksternal,
perhitungan kelayakan usaha, termasuk di dalamnya 3 performa laporan keuangan:
neraca, rugi-laba, dan cash flow.
6.3.
Analisa Kelayakan Usaha
Analisis investasi digunakan untuk mengukur nilai uang
atau tingkat pengembalian dari investasi yang ditanamkan dalam suatu usaha pada
masa yang akan datang. Hal ini sangat penting dilakukan sebelum implementasi
investasi yang sering mempertaruhkan dana yang sangat besar.
Dengan melakukan berbagai macam simulasi tersebut,
akan diketahui besarnya faktor-faktor resiko yang akan dihadapi, dan yang
mempengaruhi layak atau tidaknya suatu rencana investasi. Salah satu metode
analisa yang dapat dipergunakan adalah metode non-discounted cash flow.
METODE NON-DISCOUNTED CASH FLOW
Non-Discounted Cash Flow adalah metode pengukuran
investasi dengan melihat kekuatan pengembalian modal tanpa mempertimbangkan
nilai waktu terhadap uang (time value of money). Metode yang dipergunakan
adalah Pay Back Period (PBP) Method, dengan formula umum sebagai berikut:
Pay Back Period = Total Investasi / (Net Income +
Depreciation)
Metode PBP merupakan alat ukur yang sangat sederhana,
mudah dimengerti dan berfungsi sebagai tahapan paling awal bagi penilaian suatu
investasi. Model ini umum digunakan untuk pemilihan alternatif-alternatif usaha
yang mempunyai resiko tinggi, karena modal yang telah ditanamkan harus segera
dapat diterima kembali secepat mungkin. Kelemahan utama dari metode PBP ini
adalah :
Tidak dapat menganalisa penghasilan usaha setelah
modal kembali.
Tidak mempertimbangkan nilai waktu uang
6.4.
Analisa Keuntungan
Analisa keuntungan ditujukan terhadap rencana
keuntungan (penetapan keuntungan) dengan menyesuaikan atau set-up harga dan
volume penjualan yang dapat diserap oleh pasar dengan mempertimbangkan
kebijaksanaan dari pesaing. Analisa keuntungan ini harus selalu dilakukan dalam
atau dengan acuan periode tertentu.
BREAK EVEN POINT (BEP)
Analisa BEP atau titik impas atau titik pulang pokok
adalah suatu metode yang mempelajari hubungan antara biaya, keuntungan, dan
volume penjualan/produksi. Analisa yang juga dikenal dengan istilah CPV
(Cost-Profit-Volume) ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keuntungan minimal
yang harus dicapai, di mana pada tingkat tersebut perusahaan tidak mengalami
keuntungan maupun kerugian.
Dalam analisa BEP, faktor-faktor biaya dibedakan menjadi:
Biaya semi variabel, yaitu biaya yang akan ikut
berubah jumlahnya dengan perubahan volume penjualan atau produksi, namun tidak
secara proporsional. Biaya ini sebagian akan dibebankan pada pos biaya tetap,
dan sebagian lagi akan dibebankan pada pos biaya variabel.
Biaya variabel, adalah biaya yang akan ikut berubah
secara proporsional dengan perubahan volume penjualan atau produksi.
Biaya tetap, adalah biaya yang tidak akan ikut berubah
dengan perubahan volume penjualan atau produksi.
Analisa BEP dihitung dengan formula sebagai berikut :
BEP = [Biaya Tetap / (Hasil Penjualan – Biaya
Variabel)] x 100%
Pada saat menyajikan rencana usaha kepada para
investor maupun para kreditor, hal-hal yang perlu diperhatikan oleh
perusahaan/pengusaha adalah sebagai berikut :
Usahakan rencana bisnis yang disusun tidak terlalu
tebal tetapi lengkap, artinya mencakup berbagai informasi yang dibutuhkan oleh
evaluator baik dari piahk investor maupun kreditor untuk melakukan pengambilan
keputusan. Uraian lebih rinci sebaiknya dibuat dalam bentuk lampiran. Kuratko
dan Hodgetts (2004) menyarankan agar tebal rencana bisnis tidak lebih dari 50
halaman.
Penampilan rencana bisnis harus dibuat menarik karena
investor dan kreditor akan memperoleh kesan pertama terhadap perusahaan yang
sedang mencari pendanaan dari penampilan rencana bisnis yang diajukan kepada
mereka.
Sampul depan rencana bisnis harus memuat nama
perusahaan, alamat, nomor telpon perusahaan, dan bulan serta tahun rencana
bisnis dikeluarkan. Hal tersebut untuk memudahkan calon investor atau kreditor
melakukan komunikasi dengan perusahaan atau pada saat mereka memberikan jawaban
balasan terhadap rencana bisnis yang disampaikan perusahaan. Pada bagian dalam dari sampul, harus dituliskan
jumlah salinan/copy bisnis yang diedarkan. Hal ini akan memberi kesan kepada
calon investor maupun kreditor bahwa mereka adalah pihak yang diprioritaskan
oleh perusahaan dalam memperoleh penawaran rencana bisnis.
Rencana bisnis yang baik harus mencantumkan ringkasan
eksekutif (executive summary) yang dapat disampaikan dalam 2-3 halaman yang
memuat penjelasan mengenai keadaan usaha saat ini. Ringkasan tersebut dapat
berisi produk dan jasa yang dihasilkan, manfaat produk bagi pelanggan, ramalan
keuangan, tujuan perusahaan dalam jangka panjang (lebih dari lima tahun),
jumlah dana yang dibutuhkan, serta manfaat yang akan diterima oleh investor.
Penyusunan rencana bisnis harus diorganisasikan dengan
baik.
Rencana usaha yang baik akan mencantumkan risiko utama
dari suatu bisnis yang akan dijalankan.
Oke, itulah format business plan yang dapat kamu
gunakan sebagai acuan dasar dalam pembuatan proposal usaha. Tentu dalam
pembuatannya, bisa saja ada bagian yang perlu kamu modifikasi dan disesuaikan
dengan sektor bisnis yang akan kamu ajukan, semakin sering kamu berlatih
membuat proposal usaha, maka karya bisnis plan juga akan semakin baik. Jadi,
jangan mudah menyerah dan berputus asa jika hasil proposal bisnis perdana kamu
tidak sesuai harapan. Semangat!

Komentar
Posting Komentar