Business Model Canvas
Mau start up business? Atau mau
mengembangkan bisnis yang sedang running saat ini? Semua bisnis harus memiliki
bisnis model. Jika tidak jelas bisnis modelnya maka hal ini akan menyulitkan di
masa depan. Orang sering mengatakan berbisnis sambil mencari bentuk dan
menemukan bentuk. Secara ideal sebenarnya sebelum mulai berbisnis harus
menentukan dulu bentuknya seperti apa. Namun yang terjadi pada kebanyakan
bisnis adalah berjalan seperti “air mengalir”. Membuat bisnis baru atau pun
yang sudah ada perlu dibuatkan bisnis modelnya agar jelas apa yang akan,
sedang, dan sudah dikerjakan.
PENGERTIAN BISNIS MODEL
Business model sebenarnya adalah frame
dari sebuah rencana bisnis dengan memikirkan bagaimana perusahaan akan
mendapatkan keuntungan atau pendapatan dengan memperhitungkan semua komponen
bisnis. Business Model merupakan gambaran dasar bagaimana sebuah
organisasi membuat, men-deliver dan menangkap value yang ada. Business Model
bersifat seperti blueprint untuk strategi yang akan di implementasikan ke
seluruh organisasi, proses dan sistem. Semua pelaku bisnis harus memiliki
pemahaman yang sama terhadap Business Model sehingga diperlukan sebuah konsep
yang dapat memberikan satu gambaran standar. Konsep ini harus simple, relevan
dan mudah dipahami secara intuitif. Pengertian sederhananya adalah bagaimana
perusahaan akan menghasilkan uang. Itulah yang harus dipikirkan! How to
make money!
THE BUSINESS MODEL
CANVAS (BMC)
Di dalam sebuah bisnis, apapun
bentuknya, pastinya ada beberapa orang yang mengoperasikan agar kegiatan usaha
terus berjalan. Di dalam sebuah bisnis juga memerlukan strategi,
manajemen, maupun sistem yang mempermudah orang-orang di dalamnya untuk bekerja
secara efektif dan sesuai goals yang dimiliki perusahaan. Salah satu model
bisnis yang terbukti efektif dan sering diterapkan adalah bisnis model canvas.
PENGERTIAN BMC
Bisnis model canvas merupakan sebuah
tool dalam strategi manajemen untuk menterjemahkan konsep, konsumen,
infrastruktur maupun keuangan perusahaan dalam bentuk elemen-elemen visual.
Konsep bisnis model canvas mengandalkan gambar-gambar ide sehingga setiap orang
memiliki pemahaman yang sama dan riil terhadap tipe-tipe konsumen mereka,
pengeluaran biaya, cara kerja perusahaan dan sebagainya.
Business Model Canvas (BMC) ialah suatu
kerangka kerja yang membahas model bisnis dengan disajikan dalam bentuk visual
berupa kanvas lukisan, agar dapat dimengerti dan dipahami dengan mudah. Model
ini digunakan untuk menjelaskan, memvisualisasikan, menilai, dan mengubah suatu
model bisnis, agar mampu menghasilkan kinerja yang lebih optimal.
BMC dapat digunakan untuk semua lini
bisnis tanpa terbatas sektor usahanya. BMC sangat membantu untuk mempercepat
proses analisis kekuatan dan kekurangan bisnis. Dengan mengetahui kekuatan dan
kelemahan, maka analisis kebutuhan dan profit dapat dilakukan dengan
cepat.
APA KEUNTUNGAN BUAT
PERUSAHAAN JIKALAU MENERAPKAN BMC?
1. Diskusi Bisnis Lebih Terstruktur
Bisnis Model Kanvas atau BMC ini memang
memiliki keunikan tersendiri. Kita tidak harus membuat rencana bisnis dengan
sangat panjang dan bahkan menghabiskan waktu serta kertas untuk kita
corat-coret dengan ide seputar bisnis yang akan dibangun. Sebagian pengusaha
menggunakan Bisnis model kanvas ini pada saat meeting dengan para karyawanya.
BMC ini bisa dijadikan sebagai brainstorming dari bisnisnya secara menyeluruh.
9 bagian penting yang terdapat dalam bisnis model canvas tersebut memang
mempercepat proses meeting yang biasanya berlangsung cukup lama. Metode ini
benar-benar menolong diskusi dalam meeting menjadi lebih terstruktur dan tidak
melenceng ke masalah lain.
2. Lebih Cepat
Sebelumnya, dalam merencanakan bisnis,
mungkin kita akan memerlukan 40 lembar rencana bisnis yang begitu detail namun
kadang cukup merepotkan. Bagi anda, pengusaha yang sedang ingin meluncurkan
usaha startup dengan biaya yang cenderung rendah memang sebaiknya menggunakan
metode bisnis kanvas ini. BMC dengan lebih cepat dapat menjadikan ide bisnis
yang ada langsung diwujudkan. kesembilan elemen yang terdapat pada BMC adalah
kunci untuk mewujudkan bisnis yang optimal. walaupun masih dalam fase mentah
atau awal. Saat ini, dalam menjalankan bisnis kita perlu bertindak cepat agar
tidak didahului oleh competitor.
3. Membangun Portofolio Ide
Biasanya, saat membuat rencana bisnis
dengan model lama, kita bisa menghabiskan waktu hinggan berminggu minggu,
bahkan berbulan-bulan untuk bisa menuliskan satu ide bisnis yang akan
direncanakan. Namun, jika menggunakan metode bisnis kanvas ini, kita hanya
perlu menghabiskan waktu beberapa menit hingg Jam untuk membuat sketsa modelnya
dengan berbagai ide bisnis. Bisa dikatakan sangat mudah menjabarkan ide kita
dengan menggunakan metode ini. waktu yang singkat juga akan membuat pencarian
referensi kita tentang bisnis lebih lama, dan itu tentu akan lebih baik untuk
bisnis kita kedepanya.
4. Memiliki Intuisi
Jika diibaratkan sebuah panggung, maka
bisnis model canvas adalah dua bagian, yaitu bagian depan dan juga bagian
belakangnya. Bagian depan akan memperlihatkan apa saja yang diperlukan agar
bagian depan ini dapat menjadi semenarik mungkin di mata penonton. Menjadikan
yang tidak mungkin, menjadi mungkin untuk dilaksanakan. BMC memiliki intuisi
yang tajam dalam membantu mewujudkan bisnis yang sedang dibuat. Beberapa
pengusaha yang sudah sering menggunakan metode bisnis kanvas ini juga
menyatakan, mereka menemukan pemikiran dan ide yang cemerlang untuk membuat
bisnis lebih cepat untuk diwujudkan, karena intuisi BMC yang begitu tepat.
5. Nilai Penempatan Konsumen
Dengan menggunakan metode BMC ini, kita
juga bisa mengetahui bagaiman nilai proporsi atau nilai penempatan antara
konsumen dengan Produk yang ada dalam bisnis kita. kita bisa mengetahui
bagaimana layanan yang diberikan perusahaan kita kepada konsumen. Selain itu,
kita juga bisa mengetahui bagaimana masalah konsumen bisa terpecahkan, lalu
apakah konsumen kita merasa puas dengan pelayanan tersebut. bisnis yang baik
akan dimulai dengan selalu mengutamakan konsumen di atas segalanya. Namun
bisnis yang lemah adalah yang selalu mengutamakan produk namun kurang
memperhatikan proporsi konsumenya.
6. Efektif Bagi Pemula
BMC atau bisnis model kanvas ini
ternyata sangat disarankan bagi kamu yang baru saja akan merintis bisnisnya.
walaupun bisnis yang akan dijalankan skala besar, pemiliknya tetap akan lebih
mudah untuk mendidentifikasi bagaimana perbedaan dari tiap-tiap komponen yang
ada pada BMC, karena komponen yang terdapat pada BMC ada 9 Komponen, yang
tentunya sangat mendukung kepada usaha terkait. kesembilan komponen
tersebut juga saling berhubungn satu sama lain dalam bisnis. ketika akan
mengambil keputusan penting, juga akan lebih mudah. kamu kamu hanya
tinggal fokus pada waktu dan perhatikan bisnis dari awal hingga bisa berkembang
nanti.
7. Menyusun Strategi Kedepan
7. Menyusun Strategi Kedepan
Memetakan bisnis dengan metode bisnis
model kanvas, tidak membuat kita hanya fokus pada bagian marketing atau bagian
produk saja dari suatu bisnis yang kita jalankan, namun BMC akan memperhatikan
seluruh elemen yang ada dan membangun bisnis tersebut. dengan begitu, pemilik
usaha akan sangat mudah untuk menentukan bagaimana strategi bisnis yang harus
dilakukan kedepanya. BMC akan memberikan clue dari semua hal yang mendukung
terbentuknya strategi baru yang memungkinkan untuk dijalankan pada bisnis tertentu.
strategi yang nantinya dijalankan juga tidak hanya seputar strategi marketing
saja, yang umumnya selalu menjadi prioritas para pemilik bisnis. semua elemen
yang membangunya juga akan memiliki strategi yang baru.
8. Cocok Untuk Online Shop
8. Cocok Untuk Online Shop
BMC juga merupakan kabar gembira untuk
para pelaku usaha Online Shop yang mungkin sudah menjalankan usahanya, atau
bahkan baru saja akan memulai usaha di dunia Online. seperti kita ketahui,
memiliki bisnis online bukan berarti kita bisa menjual produk atau jasa kita
secara online dengan begitu mudah. diperlukan trik dan strategi khusus yang
harus dilakukan agar penjualan meningkat. beberapa pebisnis online yang
sebelumnya menggunakan metode bisnis lama, hanya berfikir bahwa Online Shop
yang penting adalah mendapat Visitor tertarget sebanyak mungkin dan mencari
supplier barang semurah mungkin, lalu memperbesar penjualan agar mendapatkan
laba yang maksimal. namun, ternyata setelah dipetakan pada bisnis model kanvas,
online shop tidak bisa begitu saja. metode ini cocok untuk bisnis Online.
9. Kebutuhan Konsumen Menjadi Tepat
9. Kebutuhan Konsumen Menjadi Tepat
Konsumen dalam suatu bisnis adalah segalanya. konsumen yang
posisinya seperti raja ini harus mendapatkan perlakuan yang maksimal dan
mendapatkan produk yang sempurna sesuai dengan yang diinginkanya. untuk
mengetahui hal tersebut, bisnis model kanvas ini dapat membantu para pemilik
bisnis untuk mengetahui apa yang menjadi kebutuhan konsummen dengan tepat.
selama ini, mungkin kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk bisa memenuhi
kebutuhan konsumen dengan maksimal, namun selalu saja ada konsumen yang masih
merasa belum puas secara maksimal. dengan menggunakan model bisnis kanvas ini,
pemilik bisnis akan mempelajari terlebih dulu apa yang benar-benar konsumen
inginkan sebenarnya.
10. Lapangan Pekerjaan Yang Luas
10. Lapangan Pekerjaan Yang Luas
Metode bisnis kanvas hadir dengan lebih
sederhana, dibandingkan dengan metode bisnis lainya. walaupun sederhana, namun
di dalam metode bisnis kanvas ini terdapat 9 elemen penting yang menjadi modal
awal untuk bisa memetakan bisnis lewat BMC ini. ke-9 elemen tersebut memiliki
cakupan yang luas, dan memiliki tugas masing-masing. agar keseluruhan tugas
tersebut bisa berjalan dengan maksimal, demi terwujudnya suatu bisnis tertentu,
maka diperlukan cukup banyak karyawan untuk bisa menghandlenya. tidak heran,
beberapa bisnis yang telah menggunakan metode kanvas ini, memang merekrut
banyak karyawan untuk kinerja yang optimal.
11. Membawa Perubahan Baru
11. Membawa Perubahan Baru
Sejak diperkenalkan pertama kali di
tahun 2010, metode bisnis kanvas ini diprediksi bisa membawa perubahan pada
sektor bisnis yang telah ada sebelumnya, termasuk sektor bisnis di Indonesia.
setelah mulai diperkenalkan di Indonesia, beberapa pemilik bisnis rupanya ada
yang setuju dan menyukai kesederhanaan dari metode kanvas ini. namun,
sebagianya lagi menganggap terlalu banyak menggunakan model bisnis akan membuat
bisnis yang dijalankan tidak akan fokus, mereka menganggap yang terpenting
omset mereka masih stabil. kenyataanya, Bisnis memerlukan Inovasi agar terus
bisa berkembang mengikuti zaman. keberadaan BMC juga merupakan satu inovasi
untuk dunia bisnis kita.
Kehadiran metode bisnis kanvas merupakan sebuah inovasi untuk
menjalankan bisnis dengan lebih baik lagi. bisnis yang baik adalah bisnis yang
bisa terus berkembang mengikuti zaman. bisnis yang baik juga selalu bisa
memberi layanan terbaik untuk konsumenya. perlu pengkajian secara terus menerus
untuk bisa menemukan apa yang benar-benar konsumen inginkan. dengan menggunakan
metode bisnis kanvas serta mengetahui 10 Manfaat Menggunakan Bisnis Model
Kanvas (BMC) ini para pebisnis bisa mulai untuk mengganti model bisnis lama
dengan model bisnis kanvas ini.
THE 9 BUILDINGS BLOCK
Di dalam bisnis model canvas, ada 9 elemen penting yang akan
dibahas satu-persatu di bawah ini. 9 panduan ini penting untuk mengarahkan Anda
dalam menentukan sistem kerja perusahaan sekaligus memeriksa apakah aktivitas
perusahaan sudah berjalan sesuai sistem.
1. Customer Segments
(CS)
Customer Segments menunjukkan
sekelompok orang atau organisasi berbeda, yang ingin digapai atau dilayani
perusahaan. Customer adalah inti dari semua Business Model. Tanpa (profitable)
customer, perusahaan tidak akan mampu bertahan lama. Untuk lebih memuaskan
customer, perusahaan perlu mengelompokkan mereka ke dalam segmen yang berbeda
berdasarkan kebutuhan, behaviour atau atribut yang lain. Perusahaan harus
mendefinisikan dengan jelas, mana segmen customer yang perlu dilayani, mana
yang perlu dihindari.
Kelompok Customer merepresentasikan
segmen yang berbeda jika :
·
Mereka membutuhkan penawaran yang berbeda.
·
Mereka dapat digapai melalui
Distribution Channel yang berbeda.
·
Mereka memerlukan jenis relationship
yang berbeda.
·
Mereka memiliki profitabilitas yang
berbeda.
·
Mereka mau membayar aspek yang
berbeda dari sebuah penawaran.
Beberapa contoh segmen customer yang berbeda adalah mass market,
niche market, segmented, diversified, multi-sided platforms.
2. Value
Propositions (VP)
Value Proposition mendeskripsikan
sejumlah produk atau layanan yang memberikan nilai (value) untuk segmen
customer yang spesifik. Value Proposition adalah alasan mengapa customer
berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain. Value Proposition
memecahkan permasalahan customer atau memenuhi kebutuhannya. Value Proposition
dapat bersifat inovatif serta merepresentasikan penawaran yang baru dan
disruptive, atau bersifat sama atau sejenis dengan yang sudah ada namun dengan
beberapa tambahan fitur atau atribut.
Value yang diberikan perusahaan contohnya adalah newness,
performance, customization, “getting the job done”, design, brand/status,
price, cost reduction, risk reduction, accessibility, convenience/usability.
3. Channels (CH)
Channels mendeskripsikan bagaimana
perusahaan berkomunikasi dan menggapai segmen customer mereka untuk men-deliver
Value Proposition. Komunikasi, distribusi dan penjualan merupakan interface
antara perusahaan dan pelanggan. Channels adalah customer touch point yang
memainkan peran penting dalam customer experience.
Channels memiliki beberapa fungsi,
yaitu:
·
Meningkatkan awareness dari customer
terhadap produk atau jasa perusahaan.
·
Membantu customer untuk mengevaluasi
Value Proposition dari perusahaan.
·
Memudahkan customer untuk membeli
produk atau jasa.
·
Men-deliver Value Proposition kepada
customer.
·
Menyediakan dukungan pelanggan
(after-sales).
Channels dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu Direct (tenaga
penjual/sales, website, toko pribadi) dan Indirect (partner stores,
wholesaler). Channels dapat dibedakan menjadi 5 fase, yaitu Awareness,
Evaluation, Purchase, Delivery, After Sales.
4. Customer
Relationship (CR)
Customer Relationship mendeskripsikan
jenis relasi yang dibangun perusahaan dengan pelanggan. Perusahaan harus
menentukan jenis relasi dengan pelanggan, apakah personal atau automated.
Relasi yang dipilih akan sangat menentukan bagaimana customer experience yang
akan dihasilkan.
Contoh dari Customer Relationship adalah personal assistance,
dedicated personal assistance, self-service, automated service, communities,
co-creation.
5. Revenue
Streams
Revenue Streams merepresentasikan
cash yang di-generate dari tiap Customer Segment (biaya harus dikurangi dari
pendapatan/revenue untuk mendapatkan nilai keuntungan). Perusahaan harus
mengetahui value apa yang membuat Customer Segment mau membayar. Tiap-tiap
Revenue Stream dapat memiliki mekanisme pricing yang berbeda, seperti fixed
list, tawar-menawar, lelang, market-dependent, volume-dependent dan yield
management.
Sebuah Business Model dapat memiliki
dua jenis Revenue Stream yang berbeda, yaitu :
·
Revenue transaksi yang dihasilkan
dari one-time customer payments
·
Revenue berulang yang dihasilkan dari
pembayaran terus-menerus untuk sebuah Value Proposition atau after sales
customer support.
Beberapa cara untuk menghasilkan Revenue Stream adalah Asset
sale, Usage fee, Subscription fee, Lending/Renting/Leasing, Licensing,
Brokerage fees, Advertising.
6. Key Resources
Key Resources mendeskripsikan aset atau sumber daya yang sangat
penting (aset kunci) yang diperlukan untuk membuat sebuah Business Model
berjalan. Sumber daya ini memungkinkan perusahaan untuk membuat dan menawarkan
Value Proposition, menggapai pasar, me-maintain hubungan dengan Customer
Segments dan mendapatkan revenue. Tiap-tiap Business Model akan memerlukan Key
Resources yang berbeda. Key Resources dapat berbentuk fisikal, finansial,
intelektual atau manusia. Key Resources dapat dimiliki atau disewa oleh
perusahaan atau didapatkan dari partner. Contoh dari Key Resources adalah
mesin, bangunan, brand, paten, hak cipta, human resource, uang dan lain-lain.
7. Key Activities
Key Activities mendeskripsikan hal-hal penting
(aktivitas) yang harus dilakukan perusahaan agar Business Model-nya
berjalan. Key Activities dapat dikategorikan menjadi Production, Problem
Solving dan Platform/Network. Contoh dari Key Activities adalah perusahaan
konsultan memiliki problem solving sebagai Key Activities-nya. Untuk
manufaktur, supply chain management adalah salah satu Key Activities-nya.
8. Key
Partnerships
Key Partnership mendeskripsikan
jaringan supplier atau partner yang membuat sebuah Business Model berjalan.
Perusahaan membentuk relasi dengan partner untuk banyak alasan sehingga
partnership menjadi hal yang sangat penting bagi banyak Business Model. Perusahaan
membentuk aliansi untuk mengoptimalkan Business Model-nya, mengurangi resiko
atau mendapatkan sumber daya tertentu.
Partnerships dapat dibedakan menjadi
4 jenis, yaitu :
·
Strategic Alliances antara dua
perusahaan yang bukan kompetitor.
·
Cooperation, yaitu strategic
partnership antara kompetitor.
·
Joint Ventures untuk membangun bisnis
baru.
·
Buyer-Supplier relationship untuk
menjamin supply yang handal.
Alasan dan motivasi untuk membangun
partnership dapat dibedakan menjadi 3, yaitu :
·
Optimization and economy of
scale.
·
Reduction of risk and
uncertainty.
·
Acquisition of particular resources
and activities.
9. Cost
Structure
Cost Structure mendeskripsikan semua
biaya yang muncul untuk menjalankan sebuah Business Model. Biaya akan muncul
ketika perusahaan membuat dan men-deliver value, me-maintain Customer
Relationship dan lain-lain. Biaya-biaya tersebut akan mudah diidentifikasi
setelah mendefinisikan Key Resources, Key Activities dan Key Partnership.
Secara garis besar, perusahaan dapat memilih apakah ingin
menjadi cost-driven (mengutamakan penekanan biaya) atau value-driven
(mengutamakan keunggulan produk). Cost Structure dapat memiliki beberapa
karakteristik, seperti fixed cost, variable cost, economies of scale, economies
of scope.
CONTOH BUSINESS
MODEL CANVAS
Customer Segment
Customer segment adalah langkah pertama yang
dilakukan perusahaan untuk menentukan pelanggan yang akan dilayani. Customer
segment Google terdiri dari pengguna internet untuk mencari informasi
menggunakan pelayanan Google, advertiser/pengiklan yang
menampilkan iklan online atau offline kepada pelanggan dengan biaya yang
efektif, anggota Google Network dan penyedia konten lainnya yang menggunakan
pelayanan Adsense. Selain itu, pengguna telepon seluler dan pembuat
pengembangan.
Value Proposition
Value Proposition (nilai tambah yang diberikan
kepada para pelanggan) terdiri dari produk dan jasa yang dapat menambah nilai
tambah kepada segmentasi yang spesifik pencarian internet, periklanan, sistem
operasi dan platform dan perusahaan. Sesuai dengan misinya yaitu,” mengelola
dunia informasi dan membuatnya dapat diakses dan berguna secara universal”.
Channel
Channel merupakan saluran yang digunakan
perusahaan untuk berhubungan dengan pelanggan serta menyampaikan value
proposition kepada segmen pelanggan. Channel untuk menjangkau
pelayanan Google bisa dilakukan melalui google.com, situs afiliasi google
dan google adwords.
Customer
Relationship
Customer Relationship adalah tipe hubungan atau
ikatan yang ingin dijalin oleh perusahaan dengan pelanggan dari segmen pasar
yang spesifik. Dalam hal ini Google membangun hubungan pelanggan meliputi
penjualan dan dukungan layanan serta tim berdedikasi untuk pelanggan yang lebih
besar.
Revenue Stream
Revenue Stream merupakan aliran pemasukan atau pendapatan yang diterima perusahaan dari pelanggannya dan biasanya diukur dalam bentuk uang. Pendapatan Google 96% berasal dari iklan mesin pencari.
Key Resources
Key Resources merupakan
sumber daya utama yang dimiliki oleh perusahaan untuk mewujudkan value
propotion sehingga perusahaan dapat menjalankan model bisnisnya. Seumberdaya
yang dimiliki oleh Google mencakup datacenter, server, infrastruktur IT
lainnya, IPs serta sumber daya manusia. Sumber daya lainnya adalah paten,
lisensi, dan kepemilikan materi.
Key Activities
Key Activities adalah kegiatan-kegiatan utama
apa saja yang perlu dilakukan oleh organisasi ataupun perusahaan agar dapat
memberikan nilai tambah dengan baik. Kegiatan utama di perusahaan Google
meliputi penelitian dan pengembangan dalam pengembangan teknologi baru, fitur
dan peningkatan yang sudah ada. Kegiatan utama lainnya adalah pemeliharaan dan
pengelolaan infrastruktur TI dalam bentuk besar, produk, dan layanan. Selain
itu terdapat pekerjaan yang dilakukan pada pemasaran, strategi dan aliansi.
Key Partnership
Key partnership adalah mitra utama dalam bisnis.
mitra utama yang dimiliki Google adalah pemasok, distributor, Open Handset
Alliance dan manufaktur peralatan asli (OEM).
Cost Structure.
Cost structure adalah komponen-komponen biaya
yang digunakan supaya organisasi atau perusahaan bisa berjalan sesuai dengan
model bisnisnya. Untuk Biaya utama Google termasuk infrastruktur TI, orang,
R&D biaya dan biaya pemasaran.



Komentar
Posting Komentar