Aspek Pemasaran dalam Berwirausaha
Ingin mulai usaha??
Kenali dulu aspek pemasarannya
Oke pertama kita bahas
Apa itu Pemasaran. Pemasaran adalah kegiatan meneliti kebutuhan
dan keinginan konsumen (probe), menghasilkan barang dan jasa sesuai
dengan kebutuhan dan keinginan konsumen (product), menentukan tingkat
harga (price), mempromosikannya agar produk dikenal kosumen (promotion),
mendistribusikan produk ketempat konsumen (place).Tujuan pemasaran
adalah bagaimana agar barang dan jasa yang dihasilkan disukai, dibutuhkan, dan
dibeli oleh konsumen.
Prinsip dasar pemasaran yaitu menciptakan nilai bagi langganan (costum
value), keunggulan bersaing (competitive advantages) dan focus pemasaran (focus).
ASPEK PEMASARAN
Pengertian aspek pemasaran adalah faktor penting yang dijadikan
sebagai kunci dari keberhasilan perusahaan khususnya dalam memetakan pasar.
Aspek pemasaran dalam pengelolaan usaha sama halnya dengan aspek pemasaran
dalam studi kelayakan bisnis yang dirancang dan diperhatikan sebelum kita
memulai usaha.
Adapun contoh aspek pasar dan pemasaran yang akan dibahas pada
artikel ini adalah :
1. SPESIFIKASI PRODUK & PRODUCT DIFFERENTIATION
Contoh aspek pemasaran yang pertama adalah spesifikasi produk. Produk
adalah setiap hal berupa barang maupun jasa yang ditawarkan ke pasar
untuk memenuhi kepuasan dan kebutuhan konsumen. Keputusan-keputusan tentang
produk dalam aspek pemasaran mencakup bentuk penawaran secara fisik, merknya,
kemasaran, garansi, dan servis purna jual. Pengembangan produk dapat dilakukan
setelah mengetahui keperluan dan keingingan pasarnya. Jika masalah ini telah
selesai maka keputusan mengenai harga, distribusi dan promosi dapat diambil.
Selain itu produk juga tidak selalu diidentikan dengan barang.
Produk yang tidak berwujud disebut dengan jasa. Jasa ialah segala tindakan
maupun unjuk kerja yang ditawarkan ke pihak lain yang intangible dan tidak
menyebabkan perpindahan kepemilikan apapun. Produksinya bisa terkait dan bisa
juga tidak terikat pada suatu produk fisik. Penentuan spesifikasi produk dapat
dilihat dari kondisi pasar yang ada dengan melakukan analisis aspek pemasaran
yang lainnya.
Pengertian pasar adalah kelompok pembeli potensial dari produk dan
merk yang ada. Jadi ada suatu kaitan erat antara pasar dengan produk yang
ditawarkan penjual. Oleh karena itu segmentasi pasar akan produk sangat
diperlukan agar produk yang ditawarkan sesuai dengan keinginan pasarnya.
Apabila produk yang ditawarkan berbeda, pasar yang dituju juga berbeda. Dalam
hal ini akan dibahas mengenai aspek pemasaran dalam masalah pembedaan produk
(product differentiation).
Product Differentiation ini merupakan dasar bagi penjual dalam
menentukan motif-motif pembelian selektif. Chamberlin telah mendefinisikan
konsep tersebut dengan mengatakan bahwa : “Kelompok barang itu berbeda jika
terdapat faktor-faktor penting yang dapat membedakan barang dari seorang
penjual lainnya. Faktor-faktor tersebut sangat penting karena dapat menimbulkan
selera yang berbeda-beda pada para pembeli”. Jadi barang-barang itu berbeda
apabila konsumen percaya bahwa barang-barang tersebut berbeda.
Ada barang-barang lain yang secara fisik tidak mudah dibedakan
seperti garam dan semen. Namun produk tersebut dapat pula dibuat berbeda dengan
memberikan bungku atau merk yang berbeda. Biasanya produk semacam ini hanya
dapat menghasilkan laba yang memuaskan bilamana permintaanya melebihi
penawaran.
Jadi strategi pemasarannya adalah mendorong permintaan pada
batas-batas penawaran tertentu. Karena pasar untuk barang seperti ini bersifat
homogen maka permintaan menjadi sulit ditingkatkan. Oleh karena itu perusahaan
perlu menggunakan strategi lain. Dalam hal ini strategi yang lebih baik dalam
aspek pemasaran pada kasus spesifikasi produk dan product differentiation
misalnya membuat merk baru atau membuat kemasan baru.
2. SEGMENTASI PASAR
Apabila analisis aspek pemasaran pada spesifikasi produk dan
Product Differentiation didasarkan pada pemisahan atau pengkhususan di antara
produk-produk, maka segmentasi pasar didasarkan pada pemisahan atau
pengkhususan diantara para calon konsumen sebagai pasar.
Pada kenyataannya, pasar itu bersifat heterogen oleh karena itu
sulit kiranya bagi perusahaan untuk memasarakan produknya (kecuali produk
tertentu seperti garam) tanpa mengadakan segmentasi pasar.
Pada kasus seperti ini perusahaan harus dapat menentukan beberapa
segmen pasar dan kemudian baru mengalokasikan sumber-sumber ke segmen
tersebut. Adapun definisi segmentasi pasar adalah kegiatan membagi-bagi
pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk ke dalam satuan-satuan pasar
(segmen pasar) yang bersifat homogen.
Jadi perusahaan membagi pasarnya ke dalam segmen-segmen pasar
tertentu dimana tiap-tiap segmen tersebut memiliki sifat homogen. Hal ini
disebabkan karena dalam kenyataanya masih terdapat produk yang memiliki sifat
heterogen pada seluruh pasar atau produk tersebut hanya diperlukan oleh
kelompok pasar tertentu saja.
Sedangkan homogenitas pada tiap segmen dikarenakan terdapat
differensiasi pada cara dalam membeli, cara dalam menggunakan produk, keperluan
pemakai, alasan dilakukan pembelian, tujuan pembelian itu sendiri dan
sebagainya.
Jadi segmentasi ini merupakan proses yang menyeluruh di mana
perusahaan harus memperhatikan pembelian dari masing-masing segmen. Paling
tidak usahanya akan lebih ekonomis apabila unit-unit pembelian itu dikelompokkan
ke dalam beberapa kelompok saja. Ini semua tidak terlepas dari usaha mencapai
laba maksimum.
KRITERIA SEGMENTASI
Pada aspek pemasaran segmentasi pasar, manajemen harus memiliki
kriteria tertentu agar menempatkannya dalam posisi yang lebih baik. Setiap
kriteria yang dipakai harus dibuat ukuran-ukurannya. Tingkat permintaan
rata-rata untuk suatu merk harus berbeda antara segmen yang satu dan lainnya.
Begitu pula tingkat sensitivitas pembeli terhadap kebijaksanaan promosi dan
pemasaran perusahaan.
Selain itu media pengiklanan tertentu harus tersedia sesuai dengan
segmentasi pasar supaya segmen tersebut dapat dicapai secara efisien. Pada
akhirnya segmen harus cukup besar sehingga strategi dapat diutamakan untuk
peningkatan laba.
Faktor-faktor yang digunakan untuk menyusun aspek pemsaran
segmentasi pasar adalah :
- Demografi -
Seperti umur, kepadatan penduduk, jenis kelamin, agama, kesukaan,
pendidikan dan sebagainya.
- Tingkat
Penghasilan
- Sosiologis -
Seperti kelompok budaya, kelas-kelas sosial dan sebagainya
- Psikologis/psikhografis
- Seperti kepribadian, sikap, manfaat produk yang diinginkan dan
sebagainya.
SYARAT-SYARAT MENGADAKAN SEGMENTASI
Segmen pasar yang memiliki ciri khas ialah segmen yang belum
terlayani maupun telah terlayani namun belum maksimal.
Terdapat 3 faktor dalam mendukung usaha segmentasi untuk lebih
efektif, diantaranya :
- Measurability
Tingkat informasi yang ada mengenai sifat-sifat pembeli. Sejauh
mana sifat tersebut dapat dikukur. Misalkan untuk mengukur jumlah pembeli mobil
yang pembeliannya didorong oleh pertimbangan-pertimbangan ekonomi ataukah
status atau kualitas.
- Accesibility
Tingkat dimana perusahaan iru secara efektif memusatkan usaha
pemasarannya pada segmen yang telah dipilihnya. Misalkan kegiatan periklanannya
belum tentu sama antara segmen yang lama dengan segmen yang baru.
- Substaintiality
Tingkat dimana segmen itu adalah luas dan cukup untuk melakukan
kegiatan pemasaran tersendiri.
3. ANALISA PASAR DAN PERAMALAN PERMINTAAN
Analisis aspek pemasaran meliputi analisa pasar. Analisa pasar
merupakan langkah pertama dalam merencanakan strategi yang sesusai dengan
kondisi pasar untuk menangkap peluang dan mengembangkan usaha.
Pada umumnya analisis ini akan menghasilkan pembaharuan dalam
bentuk pemasaran, keuntungan yang diperoleh jika membeli suatu produk seperti
diskon dalam situasi dan keadaan tertentu atau berupa hadiah langsung.
Analisis pasar dan pemasaran pada tingkat lanjut adalah dengan
melakukan analisa dan peramalan permintaan. Adapun hal yang perlu diperhatikan
adalah :
1. Permintaan Pasar
Pada evaluasi kesempatan pemasaran, kebanyakan perusahaan memilai
dengan melihat permintaan pasar. Kemudian apa yang dimaksud dengan permintaan
pasar.
Kotler mengemukakan definisi permintaan pasar bagi suatu produk
adalah “volume total yang akan dibeli oleh kelompok pembeli tertentu dalam
lingkungan pemasran tertentu dan program pemasaran tertentu pula”.
Melihat definisi tersebut kita dapat melihat bahwa permintaan
pasar itu bukanlah merupakan sebuah konsep yang sederhana karena di dalamnya
terdapat 8 unsur penting seperti :
- Produk
- Volume
Total
- Dibeli
- Kelompok Pembeli
- Daerah
geografis
- Periode Waktu
- Lingkungan
Pemasaran
- Program
Pemasaran
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan pasar
Menurut para ahli ekonomi, terdapat beberapa faktor utama sebagai penentu dari permintaan pasar. Faktor-faktor tersebut adalah :
Menurut para ahli ekonomi, terdapat beberapa faktor utama sebagai penentu dari permintaan pasar. Faktor-faktor tersebut adalah :
- Harga
produk
- Harga produk
lain
- Penghasilan
pembeli
- Selera
pembeli
Pada faktor-faktor tersebut perlu ditambahkan adanya faktor
penentu non-harga seperti :
- Usaha periklanan
(Contoh Iklan Menarik)
- Usaha penjualan
dengan salesman
3. Analisa Volume Penjualan dan Biaya Pemasaran
Analisa volume penjualan pada aspek pemasaran analisa pasar dan
peramalan permintaan merupakan suatu studi mendalam tentang masalah “penjualan
bersih” dari laporan rugi-laba perusahaan. Manajemen perlu menganalisa volume
penjualan total dan juga volume itu sendiri. Analisa tersebut dapat didasarkan
pada :
- Product
Line
- Segmen pasar
(teritorial, kelompok pembeli, dan sebagainya)
Dalam menganalisa, manajer dapat membandingkan penjualannya dengan
sasaran perusahaan dan juga dengan penjualan industri. Analisa volume penjualan
sangat bermanfaat dalam evaluasi dan pengendalian kegiatan pemasaran
perusahaan.
Selain analisa mengenai volume penjualan, manajer dapat mengadakan
analisa biaya pemasaran untuk menentukan Profitabilitas (kemampuan untuk
mendapatkan laba) daerah penjualannya, product line, maupun unit-unit pemasaran
yang lain.
Analisa biaya pemasaran merupakan studi mendalam tentang masalah
biaya operasi dari laporan rugi-laba perusahaan. Juga untuk berbagai pos biaya,
perusahan dapat membuat sasaran yang dianggarkan dan kemudian menganalisa
variasi-variasi antara biaya yang dianggarkan (dibudgetkan) dengan biaya
sesungguhnya.
4. Mengestimasikan Penjualan Potensial
Dalam melayani kebutuhan pasarnya, perusahaan perlu memperkirakan
penjualan potensialnya. Ini dibuat untuk menunjukkan seberapa besar kemampuan
perusahaan dalam melayani atau mengisi kebutuhan tersebut.
Hal ini penting dilakukan dalam aspek pemasaran dalam pengelolaa
usaha untuk meramalkan penjualan selanjutnya. Penjualan potensial sendiri
merupakan tingkat penjualan maksimum yang dapat dicapai oleh penjual. Melihat
definisi tersebut, penjualan potensial dapat ditentukan berdasarkan 2 macam
faktor yaitu :
- Penjualan
Potensial Industri - Tingkat penjualan maksimum yang dapat dicapai oleh
seluruh penjual barang atau jasa.
- Penjualan
Potensial Perusahaan - Tingkat penjualan maksimum yang dapat dicapai oleh
sebuah perusahaan.
5. Peramalan
Penjualan
Peramalan penjualan yang tepat pada aspek pemasaran dalam
kewirausahaan ataupun pengelolaan usaha sangat diperlukan dalam setiap tahap
perencanaan bisnis. Manajer pemasaran harus mempunyai ramalan penjualan yang
dimaksudkan untuk :
- Menentukan kuota
- Dipakai sebagai
pedoman di dalam pengembangan produk
- Merencanakan
promosi
- Mengalokasikan
tenaga kerja
Peramalan penjualan sebagai contoh aspek pemasaran ini akan
digunakan oleh beberapa bagian dalam perusahaan dan sangat membantu terhadap
proses persiapan.
Biasanya ramalan penjualan dibuat untuk jangka waktu tertentu
apakah satu tahun atau lima tahun mendatang. Dapat pula ramalan penjualan
dibuat satu bulan atau mungkin lebih dari lima tahun.
Meskipun banyak perusahaan yang membuat ramalan penjualan tahunan
tetapi dapat pula dipecah menjadi ramalan bulanan atau kuartalan. Biasanya
ketepatan ramalan semakin berkurang apabila periode waktu ramalannya semakin
panjang dari waktu sekarang.
4. ANALISA PESAING
Analisa pesaing adalah satu dari aspek pemasaran dalam studi
kelayakan bisnis yang cukup siginifikan. Analisis aspek pemasaran ini menjadi
penentu dimana posisi kita dalam dunia bisnis.
Pesaing merupakan perusahaan yang memproduksi atau memasarkan
barang dan jasa yang memiliki kemiripan dengan produk yang kita
hasilkan/tawarkan. Analisa pesaing yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan
identifikasi terhadap kesempatan, ancaman atau persoalan strategis yang timbul
dari pergantian suasana bersaing yang potensial.
Selain itu melakukan identifikasi terkait kekuatan dan kelemahan
pesaing perlu dilakukan untuk melihat peluang yang ada. Analisa pesaing dapat
diawali dengan melihat pesaing umum dan pesaing potensial. Mengetahui kekuatan
dan kelemahan pesaing merupakan kunci dalam penyusunan strategi. Salah satunya
adalah berusaha mengembangkan kekuatan perusahaan untuk menutupi kelemahan
pesaing.
Analisa pesaing ini akan berdampak pada meningkatnya produk maupun
strategi pemasaran yang diterapkan. Pada analisa pesaing dilakukan untuk
melihat perbedaan dari pesaing yang meliputi kualitas produk harga, sistem
pemasaran, maupun aspek-aspek pemasaran lainnya. Analisa ini bertujuan sebagai
refrensi bagi perusahaan untuk terus memperbaiki kinerja perusahaan agar mampu
meningkatkan daya saing di dunia bisnis.
5. PROMOSI
Promosi merupakan ujung tombak dari aspek pemasaran dalam
pengelolaan usaha. Promosi merupakan upaya dari penjual untuk menawarkan
produknya kepada pembeli atau konsumen supaya konsumen berminat untuk melakukan
pembelian.
Promosi merupakan bagian yang sangat vital dalam aspek pemasaran
dimana melalui promosi, penjual dapat memberikan informasi secara luas mengenai
produk, mempengaruhi dan melakukan langkah persuasif kepada konsumen, dan juga
dapat mendekatkan konsumen terhadap produk yang ditawarkan. Promosi merupakan
suatu info maupun tindakan mengajak yang dilakukan satu arah dalam rangka
memberikan pengarahan kepada seseorang maupun sekelompok orang untuk melakukan
sesuatu yang mengarah pada pertukaran pada pemasaran.
Definisi lainnya menyebutkan bahwa promosi merupakan segala hal
terkait kegiatan pemasaran yang memiliki tujuan dalam mendukung permintaan. Hal
yang perlu diperhatikan dalam melakukan promosi adalah sebagai berikut :
1. Tujuan Promosi
Promosi memiliki tujuan yang ingin dicapai sehingga dalam
penyusunan strategi promosi dapat tepat sasaran dan dilakukan seefisien
mungkin. Berikut tujuan dari promosi :
- Memberitahu
konsumen tentang penawaran produk
- Mengingatkan
kepada konsumen akan manfaat dari produk yang kita tawarkan
- Membujuk
konsumen untuk melakukan transaksi pembelian
- Merubah perilaku
konsumen
- Mempertahankan
merk produk perusahaan di mata konsumen
2. Bauran Promosi
Bauran promosi atau disebut dengan Promotional Mix dalam aspek
pemasaran adalah kombinasi strategi terbaik dari faktor yang terkait dengan
periklanan, penjualan langsung, dan berbagai alat untuk promosi yang telah
direncanakan untuk mencapai tujuan program penjualan. Kita dapat melihat bahwa
definisi tersebut tidak menyebutkan secara jelas beberapa variable bauran
pemasaran selain periklanan dan personal selling. Pada initnya variabel yang
ada di dalam bauran promosi ada 4 yaitu :
1. Periklanan
Periklanan adalah bentuk presentasi dan promosi non privat
mengenai ide, produk yang dibiayai oleh pihak bersponsor tertentu. Dalam
kaitannya dengan pengertian tersebut, Nickles telah memasukkan beberapa pihak
yang bisa menjadi sponsor : yaitu tidak hanya perusahaan saja tetapi juga lembaga-lembaga
non profit oriented seperti lembaga pemerintahan, lembaga pendidikan dan
sebagainya termasuk individu-individu. Komunikasi Pemasaran yang dilakukan oleh sponsor bersifat massal
karena menggunakan media massa seperti radio, televisi, surat kabar, majalah,
pos, papan nama, sosial media (youtube, instagram, facebook, twitter, dll) dan
sebagainya. Iklan yang dipasang pada media-media tersebut dapat memberikan
umpan balik kepada sponsornya meskipun dalam tenggang waktu tertentu atau tidak
secepat personal selling.
Dalam kegiatan periklanan pada aspek pemasaran dalam pengelolaan
usaha terdapat dua keputusan penting yang harus diambil yaitu :
- Menentukan iklan
yang harus disampaikan kepada pasar yang dituju
- Memilih media
yang paling sesuai
2. Personal Selling
Terjadi interaksi secara langsung dengan adanya pertemuan antara
penjual dan pembeli. Komunikasi yang terbentuk bersifat individual dan
dilakukan timbal balik. Keduanya dapat memberikan tanggapan masing-masing dan
dilakukan secara fleksibel sesuai dengan kondisi yang ada. Kegiatan pada aspek
pemasaran ini tidak hanya terjadi di tempat pembeli saja tetapi juga dapat
dilakukan di tempat penjual atau toko.
Sebagai contoh : Jika seorang pembeli memasuki toko untuk membeli
Televisi berwarna. Pada umumnya disambut lebh dahulu oleh pelayan/tenaga
penjualannya. Jika pelayan tersebut tidak terlalu sibuk maka ia dapat
mencurahkan perhatiannya kepada calon pembeli yang bersangkutan.
3. Publisitas
Publisitas pada bagian dari fungsi yang lebih luas, disebut
interaksi masyarakat dan merupakan berbagai tindakan untuk memrpoduksi dan
mempertahankan interaksi yang memberikan benefit antara organisasi dengan
masyarakat termasuk pemilik perusahaan, pekerja, organisasi pemerintahan,
penyalur, serikat buruh, di samping juga calon pembeli.
Komunikasi dengan masyarakat luas melalui hubungan masyarakat ini
dapat mempengaruhi kesan terhadap sebuah organisasi maupun produk atau jasa
yang ditawarkan. Aktivitas hubungan masyarakat ini memiliki peran penting dalam
mendukung perusahaan dalam meraih target usahanya dan mampu diatur
untuk mengkondisikan iklim yang dapat memberikan efek positif supaya dana yang
diinvestasikan lebih menjamin.
Jika sebuah perusahaan berusaha mengadakan hubungan yang
menguntungkan dengan masyarakat dengan membuat berita komersial dalam media,
kegiatan huma seperti ini disebut publisitas. Lain dengan periklanan,
komunikasi yang disampaikan dalam publisitas ini berupa berita bukan iklan.
4. Promosi Penjualan
Aktivitas pada promosi penjualan antara lain : peragaan,
pertunjukkan dan pameran, demonstrasi dan sebagainya. Bisanya kegiatan ini
dilakukan bersamaan dengan kegiatan promosi lain dan biayanya relatif lebih
murah dibandingkan periklanan dan penjualan secara langsung. Promosi dikatakan
lebih fleksibel dikarenakan dapat disesuaikan dengan biaya yang ada dan
dilakukan dimanapun.
Pada kampanye promosi perusahaan dapat menggunakan salah satu
variabel tersebut atau kombinasinya yang dikoordinir dengan strategi produk,
harga dan distribusi. Secara bersama-sama variabel tersebut mampu membentuk
marketing mix yang ditujukan untuk mencapai pasar.
6. PENENTUAN HARGA JUAL
Menurut Kotler, harga jual adalah jumlah nilai yang dipertukarkan
oleh konsumen untuk manfaat atas memiliki atau menggunakan barang atau jasa.
Jadi, harga jual adalah sejumlah uang yang diperlukan untuk memperoleh sejumlah
barang atau jasa.
Hal-hal yang Mempengaruhi Harga Jual :
a. Keadaan perekonomian
b. Elastisitas permintaan
c. Permintaan dan penawaran
d. Tindakan atau reaksi pesaing
e. Pengaruh pemerintah
f. Citra atau kesan masyarakat
g. Biaya produksi
Macam-macam Kebijakan Penetapan Harga :
a. Kebijakan harga produsen
1) Kebijakan harga produsen
Kebijakan ini dilakukan ketika perusahaan belum memiliki pesaing
dan harga yang dipasarkan hanya untuk orang dengan tingkat ekonomi menengah ke
atas. Harga ditentukan oleh produsen.
2) Harga serendah mungkin (penetration price)
Kebijakan ini dilakukan ketika sudah banyak perusahaan yang
memasarkan produk sejenis sehingga kebijakan ini digunakan untuk memasuki
pasar.
b. Kebijakan harga grosir
Kebijakan yang dilakukan diantaranya pemberian potongan harga
ketika membeli dalam jumlah yang besar atau pembelian secara tunai.
c. Kebijakan harga retailer
1) Margin price
Penetapan harga berdasarkan perkiraan. Apabila penjual sudah
merasa untung, maka produk langsung dijual.
2) Lining price
Kebijakan ini dilakukan dengan penetapan harga yang sama meskipun
produk berbeda, misalnya pada toko yang menjual baju, kaos, sepatu dan sandal
yang biasanya menumpuk kaos atau sepatu dari berbagai merek dan ukuran dalam
satu kotak dan diberi harga yang sama.
3) Competitor price
Kebijakan ini dilakukan diawal usaha dengan menetapkan harga
serendah mungkin dengan tujuan memperoleh reputasi sebagai toko atau
usaha dengan harga termurah.
4) Judgement price
Penetapan harga produk berdasarkan pada perkiraan. Misalnya pada
suatu dos/kotak ada satu atau dua barang yang berkualitas sangat baik.
5) Customer price
Apabila harga bahan baku naik, maka produsen tidak menaikkan harga
tetapi dengan mengurangi jumlah atau volume atau mungkin juga menurunkan
kualitas.
6) Odd price
Penetapan harga ganjil untuk menarik pembeli, misalnya harga Rp
9,975.00 atau Rp 89,450.00. Kebijakan ini biasanya dilakukan oleh pasar modern
seperti supermarket.
7) Combination price
Kebijakan ini dilakukan dengan membuat harga paket yaitu
mengkombinasi antara dua jenis barang yang memiliki hubungan komplementer.
Misalnya shampoo dengan conditioner, pasta gigi dengan sikat gigi, dan
sebagainya.
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan harga jual
sebagai berikut :
a. Masalah biaya
Biaya merupakan dasar dalam penetapan harga, karena biaya
merupakan sejumlah uang yang dikeluarkan perusahaan sehingga produk selesai
dibuat dan siap dipasarkan.
Cara menetapkan harga jual berdasarkan pendekatan biaya dapat
dilakukan dengan cara berikut ini :
1) Metode penetapan harga biaya plus (cost plus
pricing)
Misalnya :
Biaya produksi 200 barang adalah
- Biaya
bahan baku
Rp 4.000.000,00
- Biaya
tenaga
kerja
Rp 600.000,00
- Biaya
lain-lain (sewa, gaji pimpinan,
penyusutan peralatan) Rp 400.000,00 +
penyusutan peralatan) Rp 400.000,00 +
Total
biaya
Rp 5.000.000,00
Keuntungan yang dikehendaki adalah 25% dari total biaya. Sehingga
harga jual seluruhnya : Rp 5.000.000,00 + (20% x Rp 5.000.000,00) = Rp
6.000.000,00
Harga satuan = = Rp 15.000,00
2) Metode penetapan harga mark up (mark up pricing)
Penetapan harga jual dengan cara menambah harga beli dari seorang
pedagang dengan suatu persentase tertentu.
Harga beli + mark up = harga jual
Nilai mark up biasanya merupakan keseluruhan biaya operasi dan
keuntungan yang diinginkan.
Contoh :
Harga beli barang
dagangan Rp 400.000,00
Biaya pengelolaan dan
penjualan
Rp 50.000,00
Keuntungan yang
diharapkan Rp 150.000,00
+
Harga jual Rp 600.000,00
7. NEGOSIASI
Negosiasi dalam kewirausahaan adalah cara berunding untuk mencapai
kesepakatan yang akhirnya akan mendapatkan keuntungan. Negosiasi merupakan
usaha memecahkan masalah antara dua belah pihak atau lebih dengan kesepakatan.
TUJAN NEGOSIASI
Negosiasi dilakukan dengan tujuan menemukan kesepakatan kedua
belah pihak secara adil dan dapat memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak.
Alasan Terjadinya Negosiasi :
- Ada pihak yang
berkepentingan
- Ada suatu
masalah yang dirundingkan
- Ada keinginan
mencapai kesepakatan dalam membagi hak atau kewajiban
- Ada upaya
menjaga kehormatan masing-masing pihak
- Ada upaya untuk
menyelesaikan persengketaan yang telah terjadi dan menghindarkan
persengketaan di masa yang akan dating
Langkah-langkah yang harus dipelajari dalam bernegosiasi sebagai
berikut :
- Mengetahui
keinginan pihak lain dengan menelusurinya terlebih dahulu.
- Menjelaskan
risiko-risiko bila negosiasi gagal dilakukan.
- Menawarkan
saran-saran dan langkah-langkh yang harus dilakukan agar negosiasi bisa
diselesaikan.
- Mewujudkan
tujuan negosiasi,yaitu kedua belah pihak mendapatkan keuntungan sehingga
tidak ada yang merasa dikalahkan (win win solution).
TIPE-TIPE NEGOSIASI
1. Distributive Negotiation
Tipe negosiasi ini merupakan negosiasi antara dua orang atau
kelompok yang memperebutkan nilai atau tujuan tertentu yang bersifat pasti dan
tetap. “Siapa yang berhak atas nilai tersebut” menjadi kunci pokok dalam tipe
negosiasi ini. Hasil akhir dari tipe negosiasi ini bersifat win-lose solution
yaitu satu pihak mengalami kekalahan dan pihak lain menang. Tipe negosiasi ini
disebut juga zero-sum negotiation atau constant-sum negotiation.
2. Integrative Negotiation
Tipe negosiasi ini merupakan negosiasi yang terjadi antara dua
orang atau kelompok yang berusaha mencapai tujuan kooperatif (win win
solution). Tujuan dari tipe negosiasi ini untuk mendapatkan hasil optimal bagi
kedua belah pihak agar tercapai kesepakatan.
STRATEGI NEGOSIASI
- Win win Strategy
(Strategi Menang Menang)
Strategi ini dilakukan dengan kedua pihak yang terlibat akan
berupaya menciptakan suasana yang member kesan tidak ada pihak yang dirugikan
dengan mengetengahkan keuntungan yang paling optimal bagi kedua belah pihak
yang berunding secara jujur dan adil.
- Win-Lose
Strategy (Strategi Menang Kalah)
Strategi ini dilakukan untuk memperoleh kemenangan secara mutlak
dari pihak lain dan strategi in hanya dapat menyelesaikan masalah sekali saja.
Bagi pihak yang menang menganggap perundingan telah selesai. Sedangkan pihak
yang kalah merasa selalu dirugikan sehingga kemungkinan tidak mau menjalin
kemitraan lagi. Penggunaan strategi ini tidak dianjurkan karena tidak
menuntaskan masalah tetapi justru menimbulkan konflik berkepanjangan.
- Lose Lose Strategy (Strategi Kalah
Kalah)
Strategi ini didasari perasaan untuk melampiaskan kemarahan dan
cenderung tidak menggunakan akal sehat. Kedua belah pihak cenderung melakukan
tindakan yang merugikan pihak yang terlibat sehingga semuanya merasa kalah.
Strategi ini tidak dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah dan hanya akan
menambah masalah serta memperpanjang konflik. Oleh karena itu, negosiasi
hendaknya menghindari penggunaan strategi ini karena merugikan kedua belah
pihak.
Menurut pendapat saya, Aspek Pemasaran merupakan salah satu aspek
terpenting dalam perusahaan untuk mencapai keberhasilan terhadap permintaan
produk barang / jasa. Dan beberapa hal yang mencakup dalam Aspek Pemasaran,
terdiri atas spesifikasi produk barang / jasa, segmentasi produk barang / jasa,
analisis situasi pasar, analisis pesaing, strategi promosi, dan media promosi
berbasiskan IT.
Dengan memperhatikan hal tersebut, memungkinkan produsen barang
ataupun jasa dapat memaksimalkan potensi mereka, meningkatkan pendapatan
perusahaan yang bersangkutan, dan mampu bersaing di dalam dunia produksi dan
jasa.


Komentar
Posting Komentar