Motivasi
A. PEMAHAMAN
MOTIVASI
Motivasi
adalah dorongan untuk berbuat sesuatu (drive) didalam memenuhi kebutuhan. Keinginan pencapaian dalam memenuhi
kebutuhan tersebut tergantung dari kekuatan motifnya. Motif dengan kekuatan yang besar akan menentukan perilaku
individu.
Dengan
kata lain motif adalah kebutuhan, dorongan, atau impuls yang menentukan perilaku seseorang.Disamping itu seorang
wirausaha perlu mengenali kekuatan motif diri sendiri sehingga dapat menjaga kesimbangan dalam mencapai tujuan
yang telah ditetapkan. Pencapaian tujuan inilah yang menjadi patokan atau ukuran keberhasilan bagi seorang
wirausaha.
Dalam motivasi yang perlu
diperhatikan seorang wirausaha yaitu model motivasi yang mengkaitkan antara imbalan
danprestasi.
Model ini menggambarkan
bahwa motivasi seseorang dipengaruhi berbagai faktor , baik bersifat internal maupun eksternal sebagai
berikut;
· Faktor Internal
Bagi seorang wirausaha
faktor ini merupakan pengenal motivasi diri pribadi, bagaimana individu tersebut mempunyai dorongan untuk
usaha lalu motif apa yang dominan dalam memilih untuk menjadi wirausaha.
Dalam teori ini ada 2 motif
,yaitu :
1. Fsiologis.
Kebutuhan fisiologis
merupakan kebutuhan dasar manusia berupa; sandang, pangan dan papan.Kebutuhan ini
merupakan faktor yang paling mendasar, bahwa seseorang yang memilih menjadi wirausaha
atau pekerja pertama kali adalah didorong oleh kebutuhan dasar yang menjadi tuntutan hidupnya. Tinggal
bagaimana tuntutan kualitas dari kebutuhan tersebut terpenuhi, karena masing-masing individu berbeda dalam
memenuhi kebutuhan dasar itu.
2. Psikologis
Selain kebutuhan fsiologis,
seorang wirausaha juga perlu mengenal kebutuhan psikologis yang menjadi penyebab meningkatnya prestasi
individu. Yang pada dasarnya bahwa individu setelah terpenuhi akan kebutuhan fsiologis maka seseorang akan
menuntut akan kebutuhan yang lain dalam hal ini kebutuhan psiologis seperti;
· Kebutuhan akan kasih
sayang, seseorang yang sudah terpenuhi
akan kebutuhan dasar diatas, maka individu tersebut membutuhkan jalinan kasih sayang dengan
keluarga maupun membentuk keluarga bagi yang belum berkeluarga.
· Kebutuhan mempertahankan
diri, tuntutan kebutuhan ini
berkaitan dengan mempertahankan harga diri seperti untuk tidak dipermalukan, kehilangan muka
serta mempertahankan prestise.
· Kebutuhan memperkuat
diri, kebutuhan ini berkaitan
dengan tuntutan individu akan pengembangan diri, menaikan prestise dan mendapat pengakuan
diri, serta memuaskan diri dengan dapat menguasai orang lain.
· Faktor Eksternal.
Teori ini menjelaskan
faktor-faktor yang dikendalikan melalui pengaruh yang
dipunyai oleh seorang
manajer atau wirausaha yang berupa imbalan-imbalan
sebagai berikut:
- Gaji
- Kondisi kerja
- Penghargaan
- Jenjang karier
- Tanggung jawab
B.
TEORI MOTIVASI
· Teori X dan teori Y McGregor
Teori
motivasi yang menggabungkan motivasi internal dan motivasi eksternal dikembangkan oleh Douglas
McGregor, Ia seorang psikolog sosial Amerika, dalam proyek risertnya meneliti
tentang motivasi dan perilakuumum tentang anggota organisasi, telah merumuskan perbedaan dua
teori dasar mengenai perilaku manusia. Kedua teori itu disebut dengan nama teori X dan teori Y.
Teori
tradisional mengenai kehidupan organisasi banyak diarahkan dan dikendalikan atas dasar teori X adalah:
1. Rata-rata para pekerja itu malas,
tidak suka bekerja dan akan menghindar bila dapat.
2. Karena pada dasarnya tidak suka
bekerja, maka harus dipaksa, dkendalikan, diperlakukan dengan hukuman, dan diarahkan untuk pencapaian
tujuan organisasi
3. Rata-rata pekerja lebih senang
dibimbing, berusaha menghindari tanggung jawab, mempunyai ambisi yang kecil, keamanan drnya diatas
segala-galanya.
Angapan-anggapan
teori Y adalah:
1. Usaha phisik dan mental yang
dilakukan manusia dalam bekerja adalah kodrat manusia, sama halnya dengan bermain atau beristrirahat.
2. Rata-rata manusia bersedia belajar,
dalam kondisi yang layak , tidak hanya menerima tetapi mencari tanggung jawab.
3. Ada kemampuan yang besar dalam
kecerdikan, kreatifitas, dan daya imajinasi dalam memecahkan masalah-maslah dalam organisasi yang secara
luas tersebar pasa seluruh karyawan.
4. Pengendalian ekstern dan hukuman
bukan satu-satunya untuk mengerahkan usaha pencapaian tujuan organisasi.
5. keterikatan pada tujuan organisasi
adalah fungsi pengharagaan yang diterima karena prestasinya dalam pencapaian tujuan tersebut.
6. organisasi seharusnya memberikan
kemungkinan orang untuk mewujudkan potensinya, dan tidak digunakan sebagian.
- Pendekatan-pendekatan
terhadap Motivasi.
Motivasi
dapat dipandang sebagai suatu proses psikologi dasar yang terdiri atas berbagai kebutuhan, dorongan dan
tujuan. Pendekatan hubungan manusia tradisional pada umumnya tidak menyadari
pentingnya proses hubungan ini. Pandangan tersebut didasarkan pada 3 asumsi berikut ini:
1. Personalia terutama dimotivasi
secara ekonomis, perasaan aman serta kondisi kerja yang baik.
2. Pemenuhan ketiga hal itu akan
mempunyai pengaruh positif pada semangat kerja mereka.
3. Ada korelasi positif antara semangat kerja dan
produktivitas.
Penjelasan:
1. Kebutuhan fisiologis
(phisiological needs), yaitu kebutuhan
seperti rasa lapar, haus, sex, perumahan, tidur dan sebagainya.
2. Kebutuhan Keamanan (safety
needs), yaitu kebutuhan akan keselamatan
dan perlindungan dari bahaya, ancaman dan perampasan ataupun pemecatan dari pekerjaan.
3. Kebutuhan sosial (Social
needs), yaitu kebutuhan akan rasa cinta dan kepuasan dalam menjalin hubungan dengan orang lain,
kepuasan dan perasaan memiliki serta diterima dalam suatu kelompok, rasa kekeluargaan, persahabatan dan
kasih saying.
4. Kebutuhan Penghargaan (esteem
needs), yaitu kebutuhan akan status atau
kedudukan, kehormatan diri, repurtasi dan prestasi.
5. Kebutuhan aktualisasi (self
actualization), yaitu kebutuhan
pemenuhan diri, untuk mempergunakan potensi diri, pengembangan diri secara maksimal, kreativitas, ekspresi
diri dan melakukan apa yang paling cook, serta menyelesaikan pekerjaan sendiri.
Komentar
Posting Komentar